Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

7 Perbedaan Ikan Sarden dan Makarel

Ikan dalam kaleng menjadi pilihan banyak orang untuk membeli lauk. Sayangnya Anda perlu mengetahui apa perbedaan sarden dan makarel agar tidak keliru. Nyatanya masih banyak orang yang masih kebingungan membedakannya.

Perbedaan Ikan Sarden dan Makarel

Memakan ikan sudah menjadi kebiasaan bagi warga tanah air dalam memenuhi kebutuhan proteinnya. Tidak jarang dari mereka memilih produk kalengan sebab lebih praktis dan mudah saat diolah. Lantas apakah Anda sudah bisa membedakan sarden dan makarel yang ada di dalamnya?

  1. Lokasi Habitat

Perbedaan tempat hidup bagi ikan bisa membedakan cita rasa khasnya. Begitu pun dengan sarden dan makarel. Tentu saja keduanya memiliki perbedaan tekstur ataupun aroma pada saat mengkonsumsinya.

Benar saja, keduanya memang memiliki lokasi habitat yang berbeda. Ikan sarden lebih umum dijumpai di Samudera Hindia dan Pasifik Barat Indonesia atau Selat Bali. Sementara makarel mudah ditemukan di perairan Atlantik.

  1. Jenis Keluarga

Tentu Anda sudah mengetahui bahwa kedua ikan ini memiliki rentang harga yang berbeda di pasaran. Perbedaan ini bisa disebabkan karena klasifikasi keluarga sehingga menyebabkan cita rasanya pun tidak sama. Sarden merupakan satu famili dengan ikan sad dan haring.

Sementara ikan makarel berasal dari satu keluarga yang sama dengan tuna. Tentu Anda bisa merasakan kemiripan rasa antara keduanya. Tentunya dari segi kelasnya pun juga berbeda sehingga membuat harga di pasaran tidak sama.

  1. Dari Segi Daging

Tentu Anda sudah sering menjumpai jika ikan sarden akan mudah hancur ketika sedang memasaknya atau bahkan pada saat membuka kalengnya. Tekstur ini pun juga berbeda apabila dibandingkan dengan makarel secara umum.

Ikan makarel sendiri cenderung memiliki daging yang teksturnya cenderung kenyal, keras sampai lunak. Sementara sarden sendiri mempunyai tekstur jauh lebih empuk sehingga membuatnya mudah hancur saat diolah.

  1. Dari Segi Ukuran

Anda bisa membedakannya dengan mudah dari ukuran kedua jenis ikan ini secara fisik. Umumnya makarel berukuran lebih besar sekitar 35 hingga 45 cm daripada sarden. Hal ini membuatnya harus dipotong dalam beberapa bagian lagi agar memudahkan untuk masuk ke dalam kaleng.

Berbeda dengan sarden yang memiliki ukuran lebih kecil. Ikan ini biasanya dimasukkan ke dalam kaleng berukuran utuh tanpa harus dipotong menjadi beberapa bagian. Tentu saja cara ini juga bertujuan untuk menghindarkan dari kemungkinan kerusakan akibat teksturnya sangat lunak.

  1. Perbedaan Jumlah Sirip

Anda pun bisa membedakan kedua jenis ikan ini dari perbedaan jumlah siripnya jika keempat poin sebelumnya masih cukup sulit untuk dilakukan. Cara ini akan lebih tepat pada saat mengidentifikasi sarden di dalam kaleng sebab masih dalam keadaan utuh dan berbeda dengan makarel.

Ikan sarden hanya memiliki satu sirip di bagian tengah punggungnya. Sementara makarel mempunyai dengan jumlah 7 hingga 9 sehingga lebih banyak. Hal ini dapat dijadikan sebagai pembeda paling akurat untuk membedakannya.

  1. Warna Tubuh

Indikator ini bisa dikatakan cukup sulit untuk dibedakan sebab kedua jenis ikan sudah mengalami pengolahan di dalam kaleng sehingga memiliki kemungkinan merusak warnanya. Tidak ada salahnya jika Anda mencoba melalui cara ini.

Ikan makarel cenderung berwarna lebih gelap dan berminyak sementara sarden memiliki warna dengan perut perak dan punggung biru atau hijau. Anda bisa melihat pada saat mengeluarkannya dari kaleng.

  1. Harga di Pasaran

Perbedaan harga kedua jenis ikan ini dipengaruhi dari tingkat kesulitan untuk mendapatkannya. Makarel sendiri berada di perairan dengan kedalaman cukup tinggi sehingga dibutuhkan teknik khusus saat menangkapnya.

Sementara ikan sarden lebih mudah ditangkap sebab tidak hidup di laut yang dalam seperti makarel. Populasinya pun juga masih sangat terjaga sehingga memudahkan nelayan saat menangkapnya. Perbedaan ini menjadi penyebab mengapa harga di pasaran antara keduanya berbeda.

Kebanyakan Ikan dalam kaleng akan berisikan sarden atau kaleng. Sayangnya masih banyak orang belum bisa membedakannya sehingga menganggap jika keduanya serupa padahal memiliki banyak sekali perbedaan yang sangat terlihat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik