Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Memperbaiki Lautan Rusak : Bagaimana Cara Memaksimalkan Fungsi Konservasi di Lautan?

Pada dasarnya konservasi yang diadakan di lautan fungsinya adalah untuk mengembalikan lagi ekosistem rusak, bisa dibilang memperbaiki kerusakan. Namun jika merujuk wilayah pesisir tergantung dalam aspek apa, karena disana banyak sekali jenisnya dari mangrove hingga membudidayakan biota laut masuk ke dalam koservasi. Lalu muncul pertanyaa bagaimana cara memaksimalnnya?

Enam Cara Memaksimalkan Fungsi Konservasi di Lautan

Indonesia menjadi salah satu negara maritim yang sering diandalkan oleh negara-negara lain tentunya harus bisa melestarikan ekosistem kelautannya. Oleh sebab itu pemerintah telah banyak melakukan konservasi, bahkan melakukan perbaikan pada wilayah rusak sehingga lestari kembali. Hal tersebut akhirnya memunculkan pertanyaan bagaimana cara memaksimalkannya? Berikut penjelasannya.

1. Melibatkan Banyak Pihak untuk Bekerjasama Melakukannya

Source : kkp.go.id
Source : kkp.go.id

Cara pertama tentu saja melibatkan banyak pihak untuk bekerjasama melakukan konservasi termasuk masyarakat sekitar. Setelah hal tersebut dilakukan, pertumbuhannya membutuhkan pengelolaan yang baik sehingga mengharuskan beberapa pihak berpartisipasi. Dengan melibatkan banyak pihak, akan lebih bisa memaksimalkan konservasi melalui pengelonaannya tersebut.

Semakin baik dikelola, nantinya pertumbuhan konservasi makin sempurna sama seperti menanam tumbuhan di tanah. Oleh sebab itu dalam proses konservasi lautan sangat membantu memaksimalkannya hingga menjadikan ekosistem kembali asri ditempati oleh biota-biota laut. Biasanya setiap lautan selalu ada konservasi meskipun mangrove tetapi tetap harus dikelola secara baik.

2. Mendorong Pengelolaan Kawasan Konservasi sesuai Fungsi

Source : unenvironment.org
Source : unenvironment.org

Dalam proses konservasi tentunya sangat dibutuhkan pengelolaan seperti yang sudah dijelaskan pada poin pertama. Dorongan tersebut menjadi cara selanjutnya memaksimalkan fungsi, tentunya pengelolaannya harus sesuai dengan fungsinya. Jika tidak bukannya berhasil justru merusak proses. Melihat manfaat dasarnya memperbaiki wilayah rusak, seharusnya mengelola wilayah-wilayah dimaksudkan tersebut.

Bisa dibilang cara kedua ini harus difokuskan pada rencana konservasinya karena setiap wilayah mempunyai perbedaan dalam mengelolanya, mengingat kerusakannya juga tidak sama. Oleh sebab itu dalam melakukan proses mengelolanya harus disesuaikan fungsi dasarnya terlebih dahulu melalui rencana-rencana konservasinya tersebut sehingga hasilnya maksimal.

3. Mengawasi Setiap Perkembangan Konservasi di Semua Wilayah

Source : kkp.go.id
Source : kkp.go.id

Tidak hanya dalam hal konservasi saja, pada dasarnya di sektor kelautan selalu dibutuhkan pengawasan. Cara ketiga tentunya selain mengelolan harus bisa melakukan pengawasan setiap perkembangan konservasinya, oleh sebab itu dibutuhkan lebih banyak partisipasi pelakunya sehingga dilakukan tidak hanya satu orang saja. Mengingat memaksimalkannya membutuhkan banyak perhatian.

Seperti sudah dijelaskan bahwa konservasi sama seperti menanam tumbuhan dimana pertumbuhannya harus dilakukan pengecekan setiap waktu. Pengawasan tersebut dilakukan juga untuk mengamati apakan perkembangannya baik atau justru membutuhkan perawatan lain sehingga nanti hasilnya tetap maksimal seperti rencana awal pelaksanaannya.

4. Memberikan Sosialisasi terhadap Masyarakat Pesisir tentang Konservasi

Source : teorema.com.mx
Source : teorema.com.mx

Pada dasarnya memberikan sosialisasi terhadap masyarakat pesisir juga masuk ke dalam cara memaksimalkannya. Hal tersebut karena nantinya dalam proses pengelolaan, pemerintah akan membutuhkan turun tangan mereka dalam mengelola secara baik dan benar. Jika tidak diberikan sosialisasi tentunya tidak akan mengetahui prosesnya bagaimana, mengingat usaha tersebut dilakukan bukan main-main.

Pemerintah melakukannya untuk mengembalikan lagi ekosistem kelautan yang rusak sehingga perencanaan konservasi dilakukan bukan untuk main-main. Oleh sebab itu melakukan sosialiasi tidak ada salahnya bahkan bisa menambah SDM terbaik dalam melakukan kegiatan terkait konservasi, budidaya serta memajukan hasil lautan lainnya.

5. Mencari lagi Wilayah yang Masih Mengalami Kerusakan Ekosistem

Source : wwf.id
Source : wwf.id

Tidak hanya di Indonesia, sebenarnya jika ditelusuri lebih dalam lagi masih banyak wilayah yang rusak dan membutuhkan konservasi sehingga ekosistem laut kembali indah. Di Indonesia pun meskipun usaha tersebut sudah dilakukan secara menyeluruh di wilayah pesisir,  namun masih ada beberapa wilayahnya belum terjamah konservasi.

Oleh sebab itu untuk memaksimalkan fungsinya, cara berikutnya mencari lagi wilayah-wilayah yang masih membutuhkan perbaikan ekosistem melalui konservasi. Jika setiap wilayahnya sudah terjamah, hasil kelautan dan perikanan Indonesia kemungkinan akan mengalami kenaikan setiap tahunnya bahkan mungkin bulan.

6. Penanggulangan Perdagangan Ikan Karang Hidup

Source : mongabay.co.id
Source : mongabay.co.id

Melansir dari mongabay.co.id, aktivitas perdaganagan ikan karang hidup untuk konsumsi masih tinggi. Permintaannya dari pasar Asia Pasifik, terutama Tiongkok dan Hongkong. Oleh sebab itu untuk lebih memaksimalkan konservasi sebaiknya hal tersebut bisa ditanggulangi sebaik-baiknya bahkan masukkan sebagai larangan.

Pada dasarnya untuk lebih memaksimalkan fungsi konservasi lautan, semua pihak harus bekerjasama terutama pemerintah dan masyarakat sekitar. Cara-cara di atas bisa dilakukan sebaik-baiknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik