Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Mengupas Bagaimana Cara Mengatasi Tumpahan Minyak di Laut yang Rentan Terjadi

Melansir dari kompas.com, pada tanggal 25 Juli 2020 di lepas Pantai Mauritius sebuah kapal tanker minyak milik Jepang dikabarkan menghantam karang. Sayangnya kapalnya tersebut membawa hampir 4.000 metrik ton minyak, lalu akhirnya kandas di dekat Pointe d’Esny tepatnya di Samudera Hindia dan tentunya lebih dari 1.000 ton minyaknya bocor.

Beberapa Cara Mengatasi Tumpahan Minyak di Lautan yang Sangat Rentan Terjadi

Peristiwa tumpahnya minyak tersebut jika tidak diatasi dengan benar tentu saja bisa merusak ekosistem biota laut. Termasuk kejadian di tahun 2020 yang membuat pemerintahan Mauritius langsung mengumumkan keadaan darurat lingkungan. Lalu bagaimanakah cara mengatasinya agar tidak mencemari juga menjadi polusi laut? Berikut cara-caranya.

1. Mengambil Tumpahan-tumpahan Minyak yang ada di Permukaan Air

Source : mongabay.co.id
Source : mongabay.co.id

Massa jenis minyak cenderung lebih rendah dari air, sehingga jika terjadi peristiwa minyak tumpah tersebut tentunya zat tersebut akan mengapung di atas. Metode atau cara pertama yang bisa dilakukan tentunya mengambil tumpahan minyak tersebut karena memang seperti sudah dijelaskan, benda sama-sama benda cair tetapi akan terapung.

Melansir dari kompas.com, cara tersebut sudah digunakan pada kasus tenggelamnya kapal kargo Grande Amerika pada tahun 2019 lalu. Metode awal ini dilakukan dengan menggunakan sebuah alat dinamakan boom, fungsinya menghalangi minyak-minyak tersebut tidak menyebar. Alatnya itu akan terisi penuh dan mesin skimmer menyedot minyaknya.

2. Membakar Tumpahan Minyak yang Terapung di Air sehingga mudah

Source : tempo.co
Source : tempo.co

Cara kedua ini adalah membakar minyak tersebut, karena berada mengapung tentunya dengan melakukan metode ini lebih baik. Tetapi memang dampaknya juga merugikan karena minyak yang mencemari lautan masuk ke dalam polusi laut, oleh sebab itu jika pun melakukan cara ini asapnya dianggap mengganggu udara di sekitarnya.

Namun apa boleh buat, hal ini menjadi alternatif cara terutama jika peristiwa terjadi di perairan Arktik yang sebagian perairannya tertutup es sehingga menjadi satu-satunya jalan adalah membakarnya. Pada tahun 2010, rig pengeboran minyak juga pernah terjadi kebocoran dan menjadi tumpahan terbesar di sejarah, metode pembakaran ini dianggap paling efektif.

3. Menyerap Minyak yang Masih Berfungsi digunakan di Daratan

Source : cnnindonesia.com
Source : cnnindonesia.com

Sesuai dengan taglinenya, cara ketiga ini memang efektif tetapi belum bisa dilakukan di lautan karena penyerapan ini bekerja layaknya spons. Ketika menggunakannya di laut tentu saja kemungkinan airnya ikut terserap. Oleh sebab itulah metode tersebut lebih maksimal dilakukan di daratan, kecuali jika sudah ada alat terbaru untuk menerapkan cara ini.

Selain itu penggunaan bahan-bahan yang digunakan untuk penyerapan minyak tersebut bisa menyebabkan polusi lebih lanjut sehingga kurang cocok pada lautan. Jika tetap menggunakan cara tersebut sebaiknya mencari penerapannya lebih aman serta tidak merusak ekosistemnya karena habitat dasar lautan perannya sangat besar.

4. Membiarkan saja agar Alam yang Bekerja Mengatasinya

Source : cnnindonesia.com
Source : cnnindonesia.com

Pada dasarnya mengatasi tumpahan minyak tersebut bisa diatasi dengan alam sendiri, namun sayangnya prosesnya sangat lambat dan lama serta tidak dapat diandalkan. Pengawasannya pun sulit dilakukan jika menggunakan cara alam bekerja untuk menanganinya. Prosesnya sendiri dari angin dan gelombang akan menyebarkan minyaknya dari waktu ke waktu.

Melansir dari kompas.com, dalam proses ini bisa menggunakan bahan kimia tetapi sama saja akan merusak lingkungan terutama pada lokasi dangkal. Dampaknya tentu saja bisa merusak terumbu karang yang memiliki peran utama di kehidupan lautan. Namun tetap harus dilakukan karena untuk mengurangi pencemaran minyaknya tersebut.

5. Melakukan Cara Ilmiah Dispersan Kimiawi

Source : bbc.com
Source : bbc.com

Cara kelima ini yaitu memecahkan lapisan minyak menjadi tetesan kecil atau droplet, tujuannya agar mengurangi kemungkinan terperangkapnya hewan ke dalam tumpahan minyaknya tersebut. Bisa diketahui jika terjadi peristiwa tersebut yang paling mengkhawatirkan memang biota laut dan ekosistemnya.

Oleh sebab itulah cara kelima ini dilakukan agar mengantisipasi pertolongan pertama pada hewan-hewan laut agar tidak terkontaminasi minyak tersebut. Selain itu ekosistem juga ada kemungkinan bisa diselamatkan bersama biota lautan tersebut. Namun tentunya ada satu dua dampak negatifnya mengingat adanya zat kimiawi.

Dengan melihat sulitnya menangani kebocoran minyak di lautan, sudah sewajarnya kapal-kapan tunker yang membawa minyak harus lebih berhati-hati. Jika sudah tumpah tentunya mengakibatkan banyak kerugian juga dampaknya tidak sedikit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik