Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Melindungi Ekosistem Terbaik : Cara Mengurangi Kepadatan Pengunjung di Wisata Pantai

Dengan adanya peristiwa kerusakan ekosistem yang terjadi di Maya Bay Thailand tentu saja menimbulkan banyak kewaspadaan pada tempat-tempat sejenisnya di Indonesia. Mengingat penampakan Phi Phi Island sendiri hampir mirip dengan beberapa wisata bahari terbaik di Indonesia dan menjadi daya tarik tersendiri juga bagi wisatawan lokal juga internasional.

Beberapa Cara Mengurangi Kepadatan Pengunjung di Wisata Pantai

Pada dasarnya yang menyebabkan lingkungan alam kotor adalah pendatang atau wisatawan dan pengawasannya kurang terkontrol dengan baik. Hal tersebut mengakibatkan sebagian pengunjung tidak bertanggung jawab melakukan hal-hal sebenarnya dilarang, dari membuang sampah hingga secara diam-diam mengambil asset ekosistem seperti terumbu karang. Oleh sebab itulah berikut cara mengurangi kepadatannya agar meminimalkan kerusakan di wilayah tersebut.

1. Membatasi Jumlah Pendatang setiap Harinya

Source : kompas.com
Source : kompas.com

Jika masih ingat dengan pembahasan Pantai 3 Warna Malang pasti tahu bagaimana pengelola pantai konservasi tersebut membatasi pendatangnya hanya 100 orang per harinya. Seharusnya untuk meningkatkan kualitas serta menjaga ekosistem terbaik di setiap wilayah pesisir Indonesia, sistem ini perlu diberlakukan.

Sebenarnya membatasi seluruh tempat wisata pesisir di Indonesia adalah hal mustahil karena memang hal tersebut yang menjadi ikon penting di negara maritim. Namun wilayah-wilayah seperti pesisir dengan pemandangan terbaiknya seperti Raja Ampat juga Taman Laut memang seharusnya mempunyai batasan mengingat ekosistemnya sudah dibangun secara sempurna.

2. Menaikkan Harga Tiket Masuk namun dengan Batasan Wajar

Source : regional.kompas.com
Source : regional.kompas.com

Cara kedua ini memang lebih kearah maksa karena memang memberikan pilihan pada wisatawan untuk tidak mendatanginya. Namun tidak semua dari mereka langsung mengurungkan diri tak mendatanginya, mengingat ketika akan menaikkan harganya diharapkan sesuai batasan wajar saja. Hal tersebut agar tetap menjaga nama baik tempat wisatanya.

Misalkan harga awal 15 ribu bisa menaikkan ke angka 20 ribu saja, dengan catatan tetap membatasi jumlah wisatawan yang datang. Biasanya hal tersebut bisa berhasil dalam mengurangi pendatang atau wisatawan. Walaupun hanya naik 5 ribu rupiah namun tetap berharga menurut beberapa masyarakat sehingga dapat menjadi alternatif cara.

3. Menambahkan Peraturan yang Lumayan Ketat agar Tidak Menyepelekan

Source : travelspromo.com
Source : travelspromo.com

Kembali lagi membahas tentang pantai 3 warna yang memberikan pembatasan pada pendatang juga menerapkan peraturan cukup ketat. Salah satunya tidak memperbolehkan membawa botol air minum dan makanan dalam kemasan, semua hal berpotensi menumpuk sampah plastik dilarang. Bahkan di pos pembayaran semua ransel diperiksa.

Selain itu pengunjung yang sempat snorkeling tidak boleh mandi menggunakan sabun jadi hanya bilas air saja. Hal tersebut bisa merusak ekosistem lingkungan di laut. Aturan-aturan seperti inilah dibutuhkan di setiap tempat wisata pesisir sehingga kerusakan tidak terjadi serta pengunjung tak menyepelekan kondisi lingkungan di sekitarnya.

4. Menerapkan Sistem Reservasi untuk Datang ke Lokasi

Source : sobathiking.com
Source : sobathiking.com

Cara selanjutnya yaitu dengan menerapkan sistem reservasi yang dijamin bisa membuat seseorang berpikir dua kali terutama mengajak rombongan keluarga. Langkah sulit dan akan dinilai sangat ribet untuk datang ke sebuah tempat wisata, biasanya akan memilih tempat wisata lainnya sehingga pembatasan jumlah pengunjung berjalan lancar.

Sistem reservasi ini bisa digunakan oleh tempat wisata pesisir yang memang mempunyai keindahan ekosistem serta lingkungan laut terbaik. Seperti Taman Laut tersebar di seluruh Indonesia sampai Pantai 3 Warna dan lagi-lagi memang sebagai bukti bahwa Indonesia dapat memulai usaha cara-caranya agar ekosistem terlindungi.

5. Membatasi Jumlah Alat Transportasi untuk Menuju ke Titik Utama

Source : pesona.travel
Source : pesona.travel

Salah satu alasan mengapa ekosistem di Maya Bay rusak adalah banyaknya perahu yang tidak sengaja merusak terumbu karang. Sedangkan jumlahnya sendiri sangat banyak mengingat sehari bisa didatangi 5.000 wisatawan, hitung saja berapa perahu harus bolak balik. Oleh sebab itu cara selanjutnya membatasi jumlah alat transportasi.

Selain itu, dengan adanya pembatasan alat transportasi tentunya bisa menjadi alasan untuk menolak beberapa wisatawan yang akan berpotensi memenuhi tempat wisata. Bukan jahat tetapi menjadi solusi menjaga ekosistem agar lebih sehat kedepannya.

6. Memperketat Pengawasan ketika Musim Liburan

Source : economy.okezone.com
Source : economy.okezone.com

Memperketat pengawasan juga bisa menjadi salah satu membuat pengunjung kurang tertarik mendatangi sebuah wisata. Hal tersebut karena kemungkinan besar mereka menjadi tidak bebas melakukan segala kegiatan, termasuk beberapa yang memang ada rencana jahat disana.

Dengan memberikan cara-cara diatas bukan berarti melarang dan membuat sebuah tempat wisata tidak laris. Poin tersebut dapat diterapkan di beberapa wilayah terbaik, seperti Taman Laut dan wilayah pesisir yang memang dikhususkan untuk pesisir sehingga ekosistemnya terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik