Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Dampak Jangka Panjang Ekosistem Buruk Pesisir Batam

Setelah membahas bagaimana kondisi ekosistem di Batam tepatnya Patam Lestari yang mempengaruhi hasil perikanan dan pendapatan nelayan setempat. Tentu saja hal tersebut menimbulkan pertanyaan apakah jangka panjangnya ekosistem buruk jika tidak ditindaklanjuti secara baik oleh pihak berkaitan. Dengan mengetahui dampaknya bisa memberikan antisipasi cara menghindari juga menanganinya di wilayah lainnya. Yuk membahasnya bersama.

Enam Dampak Jangka Panjang Ekosistem Buruk di Pesisir Batam

Batam adalah salah satu kota yang terdiri dari daerah pesisir. Namun sayangnya karena banyak proses pembangunan hingga adanya wilayah perumahan di sekitar pesisir ternyata merusak semua ekosistemnya. Hal itu sepertinya sedang menjadi perhatian khusus bagi pihak-pihak terkaitnya, tetapi belum ada rencana berkelanjutan. Berikut dampak jangka panjang ekosistem buruknya.

1. Memaksa Nelayan di Sekitar “Pensiun” dari Profesinya

Source : mongabay.co.id
Source : mongabay.co.id

Jika Anda sudah membaca bagaimana kondisi pesisir Batam, tepatnya di Patam Lestari pasti tahu bahwa keadaan nelayan disana cukup mengkhawatirkan. Mereka sudah merasa kekurangan dengan hasil perikanannya bahkan berhenti melaut karena tidak ada gunanya mengingat pendapatannya pun tak bisa untuk memenuhi semua kebutuhan.

Salah satu penyebabnya adalah semakin sulitnya mendapatkan ikan dalam jumlah banyak. Bahkan mereka harus mengambil kepiting berukur kecil karena sulit mendapatkan berbagai hasil laut disana. Penyebabnya tentu saja kerusakan ekosistem dan dampak jangka panjangnya akan membuat nelayan kehilangan pekerjaan profesinya tersebut.

2. Pesisir Lautan Batam akan Menjadi Wilayah Tandus

Source : expossidik.com
Source : expossidik.com

Cuaca di daerah pesisir memang cenderung lebih panas daripada wilayah non pesisir, namun kondisi pantai yang sehat tetap mempunyai penghijauannya salah satunya mangrove. Sayangnya hal tersebut justru menjadi masalah utama di Patam Lestari, dimana kondisi hutan mangrove-nya tidak sehat menurut peneliti.

Jika terus didiamkan tanpa ada tindakan berkelanjutan dampaknya tentu saja pesisir lautan Batam akan menjadi wilayah tandus dengan ekosistem lautan tidak akan bisa lagi diandalkan. Dalam artian nelayan sudah tak dapat menjadikannya sebagai wilayah penangkapan ikan sehingga tadinya pengepul hanya tinggal kenangan.

3. Masyarakat Pesisir Disana akan Semakin Mengalami Kesulitan

Source : saktimedianews.id
Source : saktimedianews.id

Seperti diketahui Indonesia ternyata mempunyai masalah tingkat kemiskinan tertinggi di wilayah pesisir, sedangkan negara ini masuk sebagai negara maritim. Hal tersebut cukup menjadi permasalahan yang memalukan terkait predikatnya tersebut. Dengan adanya wilayah pesisir Batam yang ternyata mengalami kerusakan parah akan berdampak panjang.

Pemerintah diharapkan bisa memikirkan hal tersebut mengingat dampak jangka panjang salah satunya adalah masyarakat pesisir disana akan lebih mengalami kesulitan. Baik dalam menghasilkan pendapatan hingga bagaimana mengatasi kesulitannya mendapatkan pekerjaan lagi di daerah pesisirnya. Cukup memprihatinkan kondisi seperti ini.

4. Ekosistem Lautan akan semakin Buruk

Source : greeneration.org
Source : greeneration.org

Menurut pengakuan ketiga nelayan yang ada, salah satu penyebab menurunnya penghasilan ikan adalah buruknya ekosistem karena limbah sampah rumah tangga dan pembangunan. Hal tersebut sangat mempengaruhi kesehatan ekosistem kelautan dan akhirnya mematikan semua sistem kehidupan biota di lautan terdalam.

Permasalahan yang terjadi pada pesisir Batam tersebut cukup memprihatikan jika tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan dampak jangka panjang ekosistem lautnya semakin buruk. Terlihat tandus karena tidak ada biota laut di dalamnya, tidak ada kehidupan mengingat ekosistemnya sudah rusak memusnahkan sistem kelautan.

5. Tinggi Kemungkinan Terjadi Fenomena Buruk

Source : kaskus.id
Source : kaskus.id

Sebenarnya berbagai pencemaran lingkungan terutama ekosistem lautan sudah cukup memperlihatkan fenomena namun belum banyak masyarakat bahkan pemerintah menyadarinya. Salah satu kemungkinan tertinggi melihat bagaimana penyebab kerusakan lingkungan di Batam, bisa terjadi seperti fenomena The Great Pacific Garbage Patch.

Zona Bahari sudah pernah membahasnya dan Indonesia sangat berpotensi menghasilakn fenomenanya tersebut. Baik menambah jumlah sampah di samudera Pasific atau menciptakannya di wilayah lautan negara sendiri. Itulah dampak jangka panjang jika permasalahan pesisir Batam tak bisa diselesai menggunakan perencanaan lanjutan.

6. Banyaknya Biota Laut yang Mati karena Pencemaran

Dewasa ini banyak sekali liputan yang menunjukkan banyak sekali biota laut yang mati karena pencemaran lautan. Bahkan beberapa di antaranya justru menderita luka cukup dalam karena terlilit berbagai macam sampah plastik. Melalui penjelasan tersebut membuktikan bahwa dampak jangka panjangnya tentu saja akan banyak biota laut tersiksa lalu mati konyol karena pencemaran.

Pencemaran lingkungan ekosistem laut tidak bisa dianggap sepele karena sudah cukup menyiksa banyak kehidupan. Bahkan masyarakat yang seharusnya dapat memiliki pendapatan lebih justru harus melepas profesinya dan kemiskinan akan semakin meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik