Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Pantai Maya Bay Ditutup karena Ekosistem Rusak! Yuk Membahasnya Bersama Ketegasan Pemerintahnya

Jika Anda pernah melihat film The Beach yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio tentu saja tahu bagaimana keindahan dari Pantai Maya Bay atau biasa dikenal dengan Teluk Maya. Letaknya di Phi Phi Island Thailand dan sempat ditutup lumayan lama karena ekosistem disana sempat rusak karena banyaknya pengunjung. Hal tersebut membuktikan ketegasan pemerintahannya patut diacungi jempol.

Membahas Terkait Ditutupnya Maya Bay Thailand karena Ekosistem Rusak

Tidak banyak yang tahu bahwa ketertarikan wisatawan asing maupun lokal terhadap Maya Bay atau Teluk Maya begitu tinggi. Bahkan sempat dikabarkan setiap hari mungkin ada sekitar 5.000 orang mengunjunginya dan hal tersebutlah menjadi salah satu akibat ekosistem disana ikut rusak lalu pemerintah menutupnya sementara. Yuk membahas terkait permasalah tersebut.

1. Ditutup Selama 3 Tahun Sejak Tahun 2018

Source : garuda.industry.co.id
Source : garuda.industry.co.id

Sejak awal tahun 2022 melansir dari kompas.com, Maya Bay sudah dibuka kembali dengan kondisi lebih baik dari 3 tahun sebelumnya. Penutupan tempat wisata yang menjadi salah satu penyumbang pendapatan ekonomi tertinggi di Thailand tersebut memang sempat menjadi primadona di antara wisatawan lokal maupun internasional.

Bahkan Phi Phi Island menjadi destinasi wajib ketika mendatangi negara Gajah Putih tersebut. Tidak heran jika dalam sehari sebelum adanya penutupan tersebut Maya Bay dalam sehari bisa didatangi kurang lebih 5.000 wisatawan. Hal tersebut pada akhirnya mengakibatkan ekosistem di sekitar lautan rusak.

2. Penutupan Disebabkan oleh Kerusakan Ekosistem yang Mengkhawatirkan

Source : kompas.com
Source : kompas.com

Coba saja Anda mencari keindahan Maya Bay, lalu bayangkan bagaimana jika pemandangan lautan dengan lingkungan sehat tiba-tiba mengalami kerusakan. Pastinya sangat mengkhawatirkan terutama bagi biota-biota lautan yang juga ada disana. Oleh sebab itulah pihak berwenang memutuskan untuk menutupnya.

Kerusakan ekosistem tersebut diakibatkan karena aktivitas turis yang terus-menerus termasuk bersandarnya kapal-kapal dengan tidak sengaja mengakibatkan terumbu karang rusak. Dengan ditutupnya tempat tersebut guna mengembalikan kembali ekosistemnya agar tetap sehat dan seterusnya.

2. Penutupan Maya Bay Dilakukan dengan Tegas untuk Memperbaiki Ekosistemnya

Source : merdeka.com
Source : merdeka.com

Sepertinya apa yang dilakukan oleh pemerintahan berwenang di Thailand patut dicontoh oleh Indonesia dan memang benar karena salah satu wisata konservasi, Pantai 3 Warna sudah melakukannya. Sudah pernah dibahas bahwa sebenarnya lautan tersebut tidak dibuka untuk umum karena memang wilayah konservasi.

Namun saat ini dibuka untuk umum dengan pembatasan jumlah pendatang. Sudah seharusnya apa yang dilakukan pada Maya Bay dan Pantai 3 Pelangi Malang bisa diterapkan di beberapa wilayah pesisir Indonesia agar perbaikan ekosistem dapat terlaksana dengan sempurna. Tindakan tegas inilah sedang dibutuhkan pada sektor lautan negara Indonesia.

4. Kondisi Ekosistem sudah Baik di Awal Tahun 2022

Source : kompas.com
Source : kompas.com

Seperti sudah dibahas pada poin sebelumnya, bahwa ditutup sejak tahun 2018 dan pemerintahan setempat sudah mulai membukanya di tahun 2022 awal. Melansir dari kompas.com, kondisinya pada pembukaan awalnya sudah membaik dan pulih ekosistemnya. Biota lautan seperti hiu-hiu sudah kembali.

Juga terumbu karang mulai tumbuh sempurna bersama dengan jernihnya kembali air laut disana. Hal tersebut sebenarnya membuktikan bahwa alam mempunyai sifat natural dimana memperbaiki dirinya sendiri, sebagai penikmatnya kita hanya perlu memberikan jeda beristirahat cukup lama. Termasuk yang terjadi pada Maya Bay.

5. Dibuka Kembali dengan Syarat Tertentu agar tetap Terlindungi

Source : idntimes.com
Source : idntimes.com

Pemerintah setempat agar tetap Maya Bay terlindungi, disana membatasi hanya 375 pengunjung dalam sehari. Selain itu aktivitas berenang juga masih dilarang, sedangkan kapal hanya diizinkan berlabuh di lokasi tertentu yaitu di belakang teluk untuk menghindari kerusakan terumbu karang seperti dulu.

Pantai yang dikelilingi oleh tebing tersebut sebenarnya mempunyai penampakan mirip dengan Nusa Penida di Bali. Melihat antusiasme turis di Bali menjadi sebuah peringatan bahwa kemungkinan besar bisa mengalami kerusakan serupa dengan Maya Bay jika tidak diawasi dengan baik kedepannya.

6. Pariwisata Massal Ternyata Berdampak Buruk bagi Lingkungan

Source : inews.co.id
Source : inews.co.id

Dengan adanya peristiwa kerusakan ekosistem pada Maya Bay bisa ditarik kesimpulan bahwa tempat wisata yang didatangi banyak pengunjung berpotensi mengalami kerusakan. Begitu juga dengan Indonesia, meskipun menjadi sumber pendapatan ekonomi tetap harus diberikan jeda istirahat jika perlu pada alam baharinya.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan ikut berbondong-bondong mendatangi lokasi wisata terbaik dan indah, kemungkinan sebagian sudah menjaga sikap namun lainnya belum tentu melakukannya. Oleh sebab itulah tempat-tempat itu harus diberikan waktu istirahat agar pulih serta tetap bernafas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik