Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Menjadi Incaran Kapal Asing : Ternyata Inilah Fakta serta Kelebihan Kepulauan Natuna Indonesia

Banyaknya laporan adanya kapal-kapal asing memasuki daerah perairan Indonesia menjadi pusat perhatian hingga saat ini. Wilayah yang menjadi incaran mereka adalah perairan pulau Natuna, sehingga muncul pertanyaan di benak masyarakat awam Indonesia mengapa selalu dijadikan incaran?

Beberapa Fakta dan Kelebihan Kepulauan Natuna Indonesia

Di bawah ini akan dijelaskan secara sederhana tentang fakta dan kelebihan kepulauan Natuna yang menjadi alasan mengapa perairannya selalu diincar kapal asing. Sebagian warga Indonesia masih belum tahu potensi besar dari Natuna sehingga berikut kelebihannya juga fakta agar lebih meyakinkan potensinya.

1. Luas Lautan dan Potensi Bahari Sampai 99%

Source : genpi.id

Kepulauan Natuna memang sudah diklaim sebagai wilayah berpendapatan sumber daya laut tertinggi di Indonesia. Potensi baharinya sangat membuktikan eksistensinya sebagai salah satu tempat di NKRI yang kaya akan perikanannya. Wajar saja karena luas lautnya hampir 99% dari total luas wilayahnya.

Melansir dari kompas.com, dulu kepulauan Natuna sempat masuk ke dalam wilayah Kerajaan Pattani dan Kerajaan Johor Malaysia dan pada abad ke-19 masuk ke penguasaan wilayah Kesultanan Riau. Saat Indonesia merdeka, Riau menyerahkan kedaulatannya tersebut kepada Republik Indonesia.

2. Sektor Perikanan yang Sangat Menjanjikan

Source : republika.co.id

Berada di provinsi Kepulauan Riau dan berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan menjadikannya selalu diincar oleh kapal Asing untuk diambil hasil lautnya. Inilah yang dimaksud potensi bahari, menurut kompas.com pada tahun 2011 potensi sumber daya perikana di laut Natuna mencapai 500 ribu lebih ton.

Tepatnya 504.212,82 ton per tahun atau kurang lebih 50% dari potensi wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia 711 di Laut Natuna. Pada 2014, pemanfaatan produksi perikanannya mencapai 233.622 ton, 46% dari total sumber daya ikan. Hebat sekali bukan negara Indonesia.

3. Natuna adalah Teritorial Indonesia

Source : liputan6.com

Berkaitan dengan banyaknya kapal asing yang masuk ke dalam wilayah perairan Laut Natuna, Bapak Presiden Jokowi mengumpulkan para nelayan dan memastikan bahwa Natuna adalah territorial Indonesia. Pernyataan dari Presiden NKRI tersebut lebih meyakinkan keraguan para nelayan setempat.

Keberadaan kapal-kapal asing tentu saja mempertanyakan status dari wilayah perairan Natuna. Mengingat letaknya berbatasan langsung dengan Laut Cina dan sejarah sebelumnya. Kehadiran Bapak Jokowi bisa lebih memantapkan hati bagi nelayan untuk melindungi wilayah area kerjanya di Natuna.

4. Kaya akan Ikan-ikan Berkualitas

Source : jogja.tribunnews.com

Sebelum tertangkap sebagai pelaku korupsi suap ekspor bibit lobster, Edhy Prabowo sempat mengutarakan bahwa alasan Natuna diincar kapal asing karena sering dilewati oleh ikan-ikan berkualitas. Salah satu jenisnya adalah ikan Tuna sirip Kuning yang memang sulit ditemukan di lain tempat.

Di Indonesia khususnya kepulauan Natuna ikan tersebut sering sekali diperoleh secara mudahnya oleh nelayan setempat. Selain Tuna Sirip Kuning, ikan berkualitas lainnya adalah cakalang dan tongkol yang memang merupakan ikan laut ciri khas negara Indonesia. Mana ikan favorit kalian nih sahabat bahari?

5. Menyimpan Cadangan Gas Raksasa di Bawah Laut

Source : suryakepri.com

Measih dilansir dari kompas.com, bahwa laut Natuna ternyata menyimpan cadangan gas raksana di bawah laut yang diklaim terbesar di dunia. Pada 8 Januari 2020 salah satu lapangan gas yang memproduksi terbesar ada di Corridor tepatnya di West Natuna dan dikelola oleh ConocoPhillip.

Pemilik dari saham di blok ini terbagi menjadi tiga, yaitu ConocoPhillip 54%, Pertamina 10%, dan Repsol 36%. Dari data kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), Indonesia mempunyai cadangan gas bumi mencapai 144,06 triliun kaki kubik (TCF) dengan pembagian di setiap wilayahnya.

6. Menyetok Pasokan Gas ke Singapura

Source : listrikindonesia.com

Tanpa Natuna sepertinya Singapura akan gelap gulita, karena gas yang diperoleh negara tersebut sebagian besar dipasok dari kepulauan Natuna.Gas alam tersebut lalu digunakan untuk pembangkit listrik, industri dan rumah tangga melalui jaringan gas di perkotaan dengan produksi harian.

Produksi hariannya mencapai 300 juta kaki kubik, wah hebat ternyata kepulauan Natuna. Namun pada tahun 2023 Indonesia akan menghentikan proses pemasokan agar meningkatkan produksi gas di Indonesia yang diprediksi akan habis 40 tahun mendatang.

Masih meragukan kekuatan  potensi bahari kepulauan Natuna, jangan sekali-kali karena fakta serta kelebihan di atas sudah cukup menutup rasa penasaran kalian. Tidak heran jika selalu dijadikan incaran kapal-kapal asing untuk mengambil ikan secara ilegal.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik