Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Ma’ruf Amin Ungkap Kesejahteraan Nelayan belum Seimbang dengan Potensi Perikanan di Indonesia

Tidak bisa dibantah atau dipungkiri tentang bagaimana mirisnya kesejahteraan nelayan di tengah tingginya potensi perikanan di negara Indonesia. Zona Bahari pernah membahas sebelumnya terkait hal serupa namun pada nelayan wanita dan ternyata semua profesi tersebut masih menunjukkan angka kesejahteraan rendah. Pada akhirnya ada petinggi negara, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin secara langsung membeberkan hal tersebut.

Poin Tentang Gaji Nelayan yang dikeluhkan oleh Ma’ruf Amin

Dalam kesempatannya melalui artikel dari kompas.com, Ma’ruf Amin menuturkan tentang potensi kelautan dan perikanan belum bisa diimbangi dengan kesejahteraan nelayan termasuk pendapatannya. Hal tersebut tentunya menjadi PR bagi Kementerian KP untuk lebih mengkajinya mengingat peran nelayan sendiri sangat dibutuhkan, ada baiknya jika kesejahteraannya dipikiran matang-matang. Berikut beberapa poin terkait pembahasan kali ini.

1. Penghasilan Nelayan yang Masih Fluktuatif dan Tidak Pasti

Source : nasional.kompas.com
Source : nasional.kompas.com

Seperti diketahui siapa lagi penyedia jasa yang bersedia memberikan tenaganya untuk membantu negara dalam memenuhi kebutuhan perikanan. Sudah waktunya pemerintah memikirkan kesejahteraan nelayan, sedangkan Wakil Presiden sendiri mengeluhkan penghasilan mereka masih fluktuatif dan tidak pasti.

Melansir dari kompas.com, Ma’ruf Amin mengatakannya saat membuka Rapat Kerja Nasional Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama secara virtual. Dimana besarnya potensi kelautan dan perikanan Indonesia masih belum diimbangi dengan kesejahteraan nelayan, termasuk pendapatnya fluktuatif tidak pasti dengan resiko kerja tinggi.

2. Nilai Tukar Nelayan (NTN) Menjadi Standar Kesejahteraan Nelayan

Source : theconversation.com
Source : theconversation.com

Masih melansir dari kompas.com, Nilai Tukar Nelayan (NTN) selama ini menjadi standar kesejahteraan nelayan di Indonesia. Sejak periode Januari 2019 hingga Maret 2022 nilainya tersebut mengalami fluktuasi dan sejak April 2020 memang mengalami kenaikan dari 98,49 ke 106,65 di Maret 2022 dan hal tersebut menjadi kabar baik.

Namun jika dibandingkan dengan tingginya potensi kelautan dan perikanan Indonesia tentu saja masih angka tersebut masih kecil. Tetapi membuktikan bahwa di tengah pandemi ternyata angka pada NTN sendiri tetap mengalami pertumbuhan walaupun angkanya masih cenderung kecil, oleh sebab itu tetap menjadi PR KKP.

3. Rencana Fokus pada Pembangunan Daerah Pesisir melalui Pemberdayaan Nelayan

Source : digitalbisa.id
Source : digitalbisa.id

Dalam kesempatannya kali itu, Beliau juga memberikan masukan untuk memfokuskan pembangunan daerah pesisir melalui pemberdayaan nelayan. Hal tersebut karena mayoritas kabupaten/kota dengan persentase kemiskinan parah adalah di wilayah pesisirnya. Target penurunannya cukup tinggi sehingga patut dipikirkan.

Ma’ruf Amin memberikan pendapatnya, bahwa dengan fokus membangun daerah pesisir melalui pemberdayaan nelayan termasuk kesejahteraannya bisa menjadi solusi. Dimana akan cukup signifikan bisa mengurangi angka kemiskinan ekstrem tersebut. Sedangkan pemberdayaan nelayan bisa dilakukan melalui berbagai cara.

4. Strategi Pemberdayaan yang Tidak Sulit untuk dilakukan Pemerintah

Source : detik.com
Source : detik.com

Ma’ruf Amin tidak hanya memberikan solusi tanpa caranya. Untuk menangani kemiskinan tersebut, dirinya berpendapat bahwa strategi pemberdayaan harus dibentuk dengan sangat baik. Melalui berbagai cara agar fokusnya bisa terbagi secara baik, dan berikut cara-caranya.

  • Pendidikan dan Pelatihan
  • Penyuluhan dan Pendampingan
  • Kemitraan Usaha
  • Kemudahan Akses Ilmu Pengetahuan
  • Teknologi dan Informasi
  • Penguatan Kelembagaan

Melalui strategi yang otomatis juga menjadi cara memberikan pemberdayaan juga kesejahteraan nelayan tersebut diharapkan bisa menghapuskan kemiskinan ekstrem di wilayah pesisir. Selain itu pemerintah juga diharapkan bisa tetap memikirkan bagaimana melalui strateginya tersebut membuat upah pekerja nelayan mempunyai kenaikan signifikan dan konsisten.

5. Kesejahteraan Nelayan harus Dipikirkan bagi Negara Maritim

Source : lokerbandung.id
Source : lokerbandung.id

Dengan predikat sebagai negara maritim yang mempunyai banyak potensi kelautan dan hasil perikanan melimpah seharusnya malu jika pekerja utamanya yaitu nelayan justru tidak dipikirkan secara baik. Sudah seharusnya resiko kerja mereka yang tinggi sebanding upah kerjanya. Namun ternyata masih menjadi permasalahan intern wilayah pesisir.

Bahkan dengan tingginya jumlah kemiskinan pada wilayah pesisir seharusnya juga sebagai alarm untuk pemerintah terkait mengatasinya. Bagaimana mungkin menjadikan negara sebagai poros maritim di dunia jika daerah pesisirnya saja menduduki peringkat pertama kemiskinan tertinggi.

6. Sudah saatnya di Era Globalisasi Kesejahteraan Nelayan Dipikirkan

Source : liputan6.com
Source : liputan6.com

Di era globalisasi seperti sekarang dimana setiap masyarakat juga sudah selayaknya mendapatkan perlakuan adil menyangkut kesejahteraannya termasuk nelayan. Resiko kerjanya begitu tinggi, sehingga sudah saatnya memikirkan nasib nelayan atas kerja kerasnya.

Melihat penjelasan di atas, lebih menguatkan tentang kesejahteraan nelayan termasuk wanita yang sering tidak terlalu dipikirkan. Melihat bagaimana kerja kerasnya penghasilan juga kesejahteraannya cenderung masih sangat minim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik