Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Gurita yang Lezat : Harganya Tinggi Ternyata Termasuk Primadona Ekspor Perikanan Indonesia

Banyak penggemarnya di Indonesia tetapi jarang ada yang tahu bahwa gurita ternyata adalah salah satu komoditas hasil perikanan ekspor yang cukup tinggi pengaruhnya. Harga tingginya mungkin membuat beberapa orang berpikir negara ini mendapatkan ketersediaan gurita dari luar negeri atau melalui impor. Justru Indonesia penyedia terbesarnya.

Beberapa Poin Terkait Gurita yang Ternyata menjadi Primadona Komoditi Perikanan Ekspor Indonesia

Jarang ditemukan di pasar-pasar tradisional, keberadaan gurita ini diperkirakan oleh masyarakat bisa didapatkan Indonesia dari hasil impor. Namun ternyata justru negara ini yang banyak berusaha menyediakan untuk negara-negara tetangga sehingga menjadi komoditas ekspor cukup bersaing dengan hasil laut lainnya. Berikut poin-poin informasi tentang gurita di perikanan Indonesia.

1. Produksi Perikanan Gurita di Indonesia Memiliki Nilai Lumayan Tinggi

Source : travel.tempo.co
Source : travel.tempo.co

Melansir dari econusa.id, melalui data statistik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) jumlah produksi gurita di Indonesia cukup besar. Pada tahun 2020 negara ini mencetak angka jumlahnya hingga 55.913 ton bernilai produksi mencapai Rp. 1,2 triliun. Hal tersebut sudah bisa membuktikan bahwa memang Indonesia mampu melakukan ekspor gurita.

Jumlah tersebut dianggap mampu dan masih mencukupi jika dilakukan ekspor namun juga tetap memikirkan pemenuhan kebutuhan di dalam negeri. Oleh sebab itulah gurita menjadi komoditas ekspor tertinggi selain jenis-jenis ikan lainnya, seperti tuna ikan kuning dan lainnya. Produsen terbesar pun tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

2. Indonesia Mempunyai Daerah Penyumbang Produksi Terbesar Gurita

Source : republika.co.id
Source : republika.co.id

Meskipun Indonesia mempunyai banyak daerah pesisir dengan penghasil perikanan terbesar, bahkan salah satunya produsen tetap, tetapi untuk gurita tidak semuanya menjadi penyumbang terbesar. Melihat jumlah di tahun 2020, negara maritim ini hanya mempunyai produsen terbesar di 3 daerah namun mampu menambah persediaan bahkan memenuhi persediaan ekspor.

Mengutip dari econusa.id, daerah yang menjadi produsen gurita terbesar adalah Nusa Tenggara Timur sejumlah 19.102 ton. Lalu menyusul Sulawesi Tengan mencapai angka 10.411 ton dan terakhir ada Jawa Timur menyumbang sebesar 7.838 ton. Jumlah tersebut menjadi tolok ukur Indonesia bisa melakukan ekspor, memenuhi permintaan pasar internasional.

3. Gurita adalah Komoditi Ekspor dengan Nilai Cukup Bersaing

Source : mongabay.co.id
Source : mongabay.co.id

Masih melansir dari econusa.id, Indonesia menjadi penghasil gurita terbesar dengan nilai cukup bersaing. Data dari International Trade Centre (ITC) Trade Map menunjukkan volume ekspor gurita sepanjang 2020. Nilainya mencapai 17.752 ton, nilai terbesarnya USD 68,5 juta atau setara Rp. 979,4 miliar, persebaran negara tujuan ekspornya cukup luas.

Pada webinar yang diadakan pada tanggal 29 Januari 2022 lalu, oleh Jaring Nusa, Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Laut Indonesia (YKLI), Nirwan Dessibali menjelaskan terkait ekspor gurita. Sulawesi Selatan sudah mengekspor sebanyak 3.906 ton di tahun 2021, sedangkan rata-rata produksi di Indonesia sudah mencapai 12.834 ton per tahunnya.

4. Negara Tujuan Ekspor Gurita Terbesar di Tahun 2020 bukan Sembarangan

Source : mongabay.co.id
Source : mongabay.co.id

Meskipun saat ini Indonesia masih dikenal oleh dunia sebagai negara berkembang, namun ternyata beberapa negara-negara dengan kemajuan yang sudah mendunia bergantung pada hasil perikanan Indonesia. Hal tersebut dibuktikan melalui ekspor gurita yang mempunyai negara tujuan terbesarnya bukan main-main. Bahkan jumlahnya juga lumayan tinggi.

Negara tujuan dengan ekspor gurita terbesar pertama adalah China, nilainya mencapai 3.464 ton. Lalu menyusul salah satu penghuni benua Eropa yaitu Italia sejumlah 3.343 ton dan terakhir ada negara adidaya dunia, Amerika memenuhi permintaan pasar gurita ekspor di angka 2.837 ton dari Indonesia.

5. YKLI Berencana Mengelola Potensi Gurita agar Lebih Besar dan Berkembang

Source : bumn.info
Source : bumn.info

Melalui webinar yang sudah dibahas pada poin ketiga, Nirwan selaku Direktur YKLI berencana akan melekukan pengelolaan perikanan gurita secara baik dan benar dengan skala kecil. Rencananya akan dilakukan di Pulau Langkai dan Pulau Lankujang, Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan. Mengingat Sulsel menjadi salah satu produsen sehingga dipilih menjadi tempat terbaiknya.

6. Maluku juga Mempunyai Hasil Gurita yang Bersaing selain Sulawesi Selatan

Source : mediaindonesia.com
Source : mediaindonesia.com

Melansir dari econusa.id, statistik KKP memperlihatkan bahwa Maluku juga berpartisipasi dalam memasok jumlah gurita di Indonesia. Tercatat di tahun 2020 Maluku menghasilkan 3.817 ton. Selain dijual ke pengepul, nelayan mengolahnya menjadi gurita kering. Sedangkan Papua memiliki nilai produksi di tahun sama sebesar 302,67 ton.

Dengan melihat bagaimana Indonesia mempunyai sejumlah daerah yang menghasilkan gurita bernilai tinggi, bahkan mengekspornya ke negara maju membuktikan potensi kelautannya memang layak diandalkan. Tidak heran jika KKP berusaha keras mempertahankannya untuk memperbaiki perekonomian Indonesia melalui sektor kelautan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik