Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Jarang Terekspos, Ini Dia Profil “Coast Guard” Indonesia

Coast guard sendiri merupakan sebuah Lembaga yang memiliki fungsi penjagaan dan penegakan peraturan di laut dan juga pantai. Umumnya mereka akan bertanggung jawab kepada presiden dan secara teknis dilaksanakan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan.

Perdebatan Siapa Coast Guard Indonesia

Perdebatan oleh para praktisi di bidang kemaritiman mengenai coast guard di Indonesia melalui forum-forum seminar. Mereka masih mendapatkan siapa yang pantas menjadi Lembaga besar penegak keamanan untuk menjaga laut negeri ini. Nyatanya hal ini cukup menarik perhatian warga tanah air.

Perdebatan tersebut  membuat mereka saling berargumen sesuai pengalaman, pengetahuan dan juga dasar hukum sebagai landasan argumennya. Singkatnya coast guard ini merupakan suatu institusi atau penegak peraturan di laut mulai dari penegakan aturan, search and rescue sampai pencemarannya.

Sangat krusial bukan fungsi dari Lembaga ini? Hal ini menjadi alasan mengapa diperlukan banyak sekali pertimbangan untuk memilihnya. Mengingat lagi bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan dan juga maritim sehingga memerlukan badan coast guard yang tepat sebagai penegak hukum.

Badan Keamanan Laut menjadi Coast Guard

Presiden Joko Widodo telah dianggap sebagai pendorong bahwa Badan Keamanan Laut atau Bakamla menjadi coast guard di Indonesia. Nantinya Lembaga ini akan memegang kekuasaan dan kewenangan dalam mengatur dan menegakkan hukum di kawasan laut sehingga lebih aman dari berbagai gangguan

Bakamla sendiri sudah dianggap menjadi pilihan yang sangat cocok untuk menjadi coast guard di Indonesia. Pasalnya Badan Keamanan Laut memang bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan khususnya di kawasan laut dan kemaritiman serta memiliki kemampuan di bidang ini.

Sayangnya alat yang dibutuhkan oleh Bakamla atau biasa disebut dengan kepemilikan alutsista masih sangat kurang. Hal ini menjadi PR bagi Indonesia untuk melengkapinya sehingga lebih menjamin akan pengamanan dan penegakan hukum di seluruh titik wilayah Indonesia bahkan di kawasan perbatasan.

Kekuatan Bakamla Hanya 30%

Poin paling menarik untuk disoroti dari permasalahan ini adalah kekuatan alutsista dari Bakamla hanya sekitar 30% saja. Tentunya hal ini bisa dibilang sangat kurang mengingat bahwa tugas menjadi coast guard sangat berat dalam pengamanan wilayah maritim di Indonesia terutama di titik perbatasan.

Kepala Bakamla, Laksda Aan Kurnia menyampaikan bahwa pihaknya akan berupaya keras untuk menyiasati kekurangan ini. Yaitu dengan memperkuat dan membangun sinergi dengan instansi lain. Harapannya adalah agar mereka bisa lebih maksimal dalam mengamankan kawasan laut di Indonesia.

Aan selaku Kepala Bakamla meyakini bahwa kekurangan ini bisa diatasi dengan peningkatan kerja sama dengan instansi lainnya. Beberapa diantaranya yakni TNI, TNI-AL, KKP, Imigrasi dan Bea Cukai yang tentunya memiliki kekuatan cukup mumpuni dalam menjaga wilayah perbatasan Indonesia.

Bakamla akan Beli Alutsista Baru

Tidak hanya bekerja sama dengan instansi lain, Bakamla juga berupaya membeli alutsista baru. Kabarnya mereka akan mendatangkan dari Australia. Upaya ini menjadi satu-satunya langkah agar tidak kalah dengan persenjataan milik China yang seringkali membuat masalah di perbatasan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Anggota Komisi I DPR RI, Bobby Adhityo pada akhir Juni lalu. Ia mengatakan bahwa Bakamla hanya memiliki kekuatan yang sangat ringan yakni hanya senapan dengan jangkauan di bawah 1 Km saja.

Bakamla hanya mempunyai sekitar 10 kapal patrol. Sayangnya armada ini masih belum dilengkapi dengan senjata militer di dalamnya. Besar harapannya jika coast guard Indonesia diberikan persetujuan untuk membeli alutsista yang baru.

Alutsista Terkuat Milik Bakamla

Bakamla nyatanya sudah mendapatkan izin untuk menggunakan senjata dan dipasang di kapal patrol mereka. Aan Kurnia selaku kepala Lembaga ini membenarkan pernyataan ini dan berencana untuk memasangkan Meriam dengan kaliber 30 milimeter.

Upaya pemasangan Meriam ini digunakan sebagai perlindungan diri bukan untuk melumpuhkan musuh. Peningkatan kekuatan alutsista ini juga berkaitan dengan kapal coast guard miliki Vietnam dan China yang sedang berpolemik telah menggunakan senjata 70mm.

Penggunaan Meriam 30mm ini masih diupayakan untuk menggunakan produk dalam negeri dibandingkan dengan negara tetangga. Semua kapal Bakamla akan dipasangi senjata ini di waktu yang dekat sehingga bisa menggunakannya.

Coast guard di Indonesia kini dipegang oleh Bakamla atau Badan Keamanan Laut. Sayangnya Lembaga ini masih memiliki banyak kekurangan dalam urusan persenjataan sehingga memerlukan upaya ekstra untuk memaksimalkannya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik