Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Jenis Ikan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi dalam Jumlah Banyak dan Terlalu Sering

Meskipun memiliki kandungan yang baik untuk tubuh, namun beberapa ikan juga memiliki suatu zat yang tidak disarankan dikonsumsi dalam jumlah banyak dan jangka waktu lama. Pengetahuan seperti ini memang sangat penting untuk diketahui terutama penyuka olahan berbahan dasar ikan.

Jenis Ikan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi dalam Jumlah Banyak

Sampai saat ini ada beberapa olahan dari berbagai jenis ikan, akan tetapi sebaiknya teliti kandungan di dalamnya terlebih dahulu terutama jika memiliki riwayat penyakit tertentu. Sebab tidak menutup kemungkinan terdapat zat yang akan memperburuk kondisi kesehatan. Berikut beberapa diantaranya:

1. Belut

source: blogspot.com

Perlu diketahui di dalam telur terdapat kandungan lemak tinggi, sehingga kurang baik jika dikonsumsi terlalu sering karena bisa meningkatkan risiko terkena masalah kesehatan. Selain itu, dikatakan jika belut saat ini mengandung racun karena sering mengkonsumsi limbah kimia berbahaya dari pupuk kimia atau sejenisnya.

Bahkan beberapa waktu lalu dikatakan jika belut di Amerika telah dinyatakan berbahaya untuk dikonsumsi karena memiliki kandungan racun sangat tinggi. Sedangkan untuk spesies di Eropa telah tercemar dengan merkuri dalam jumlah cukup besar dan tidak disarankan dikonsumsi.

2. Ikan Dolar

source: blogspot.com

Makhluk air yang memiliki nama lain oilfish ini diketahui mengandung suatu zat yang disebut dengan gempylotoxin. Dikatakan jika zat tersebut terdapat dalam lilin dan sulit dimetabolisme secara alami di dalam tubuh. Oleh sebab itu disarankan untuk mengkonsumsinya dalam jumlah sesuai aturan.

Sebab jika mengkonsumsi dalam jumlah banyak dan jangka waktu lama maka bisa menyebabkan beberapa masalh kesehatan serius. Agar dapat mengurangi kandungan gempylotoxin, sebaiknya Anda memasaknya dengan dibakar dalam tenggang waktu lama atau digoreng sampai kering.

3. Ikan Nila

source: detik.net.id

Sampai saat ini ikan nila merupakan salah satu jenis yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat karena memiliki banyak keunggulan termasuk dagingnya lembut dan tebal. Hanya saja belakangan dinyatakan jika di dalamnya terdapat kandungan lemak berbahaya dengan tingkat setinggi babi.

Apabila terlalu sering mengkonsumsi ikan nila dan dalam jumlah banyak, maka akan meningkatkan risiko masalah kesehatan berupa kolesterol tinggi. Di samping itu terkadang juga akan membuat tubuh lebih sensitif terhadap alergi. Sebaiknya saat mengkonsumsinya imbangi dengan nutrisi lain dari buah dan sayur.

4. Tuna

source: mainmain.id

Kondisi lingkungan yang semakin banyak campuran zat kimia berbahaya, memberikan dampak buruk untuk makhluk di dalamnya termasuk para ikan. Tuna merupaka salh stau spesies ikan yang banyak dicari dan dijadikan olahan dengan rasa nikmat dengan harga yang bisa dibilang mahal.

Namun karena faktor habitat hidupnya yang mudah tercemar dengan limbah industri atau lainnya, menjadikan dagingnya memiliki kandungan merkuri tinggi. Akibatnya akan berbahaya jika dikonsumsi jangka panjang dengan jumlah banyak terutama untuk anak-anak.

5. Mackerel

source: unsplash.com

Mackerel sendiri merupakan sebutan untuk sekelompok ikan laut yang terdiri dari beberapa anggota dari famili scombridae. Meski masih banyak digunakan masyarakat untuk dijadikan berbagai olahan nikmat, ternyata di dalamnya mengandung merkuri cukup tinggi karena pengaruh lingkungan saat ini.

Oleh sebab itu mengkonsumsinya berlebihan sangat tidak disarankan meskipun dagingnya memiliki cita rasa khas yang menggoda lidah. Apabila melebihi batas aturan aman, maka bisa memberikan dampak negatif untuk kesehatan tubuh dan menimbulkan penyakit berbahaya.

6. Ikan Lele Impor

source: edkomtek.com

Ikan lele menjadi salah satu jenis yang sampai sekarang masih banyak peminatnya dari berbagai kalangan karena memiliki banyak keunggulan seperti dagingnya gurih, bertekstur lembut, dan cukup tebal. Namun belakangan muncul lele impor yang menurut informasi mengandung suatu zat berbahaya.

Meski lele impor memiliki ukuran yang terbilang lebih besar, namun ternyata fakta mengatakan jika jenis ini diberikan makanan mengandung hormon tertentu. apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak, bisa menimbulkan reaksi pada tubuh dan mengganggu kesehatan jangka panjang.

Demikian penjelasan mengenai jenis-jenis ikan yang sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jumlah banyak. Meskipun diketahui mengandung vitamin dan mineral baik untuk tubuh, tetapi ternyata di dalamnya ada zat lain yang justru berbahaya bagi kesehatan jangka panjang jika terus dikonsumsi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik