Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Jenis-jenis Kepiting yang Populer di Dunia

Di dunia ini terdapat beberapa jenis kepiting yang dapat dimanfaatkan untuk bermacam kebutuhan termasuk diubah menjadi olahan bercita rasa nikmat. Namun sangat penting untuk mengetahui berbagai macam jenisnya secara menyeluruh baik yang bisa dikonsumsi maupun tidak.

Jenis-jenis Kepiting yang Populer di Dunia

Jika saat ini sebagian besar masyarakat hanya mengenal kepiting untuk dikonsumsi, namun  sebenarnya masih ada banyak jenis kepiting lainnya yang tersebar di dunia ini. Meski beberapa diantaranya tidak bisa dikonsumsi, namun ada keunggulan lainnya. Simak penjelasan berikut ini:

1. Kepiting Batu

source: pikist.com

Salah satu keunggulan yang dimiliki kepiting batu adalah memiliki banyak daging di dalam cangkangnya. Biasanya nelayan mengambil salah satu dari bagian tangannya untuk kemudian dikembalikan di habitat hidupnya. Hal ini dilakukan karena jenis tersebut termasuk makhluk hidup yang mudah meregenerasi.

Hanya saja ketika akan memasaknya perlu mematuhi aturan khusus yakni harus direbus terlebih dahulu sekitar 7 menit. Di samping itu, untuk mendapatkan tekstur daging  yang pas sebaiknya Anda memilih kepiting batu dengan ukuran sekitar 2 sampai 2,75 ons karena dagingnya tebal.

2. Kepiting Raja (King Crab)

source: idntimes.com

Jenis kepiting satu ini termasuk ke dalam superfamily Lithodidae dan Lithodidae yang memiliki daging melimpah dan rasa cukup nikmat. Jenis ini setidaknya memiliki sekitar 112 spesies yang tersebar di beberapa negara. Salah satunya yaitu kepiting raja merah yang telah dikenal dan banyak dipanen di seluruh dunia.

Tampilan dari kepiting raja merah sendiri umumnya menyesuaikan dengan tempat hidupnya  serta spesiesnya. Umumnya kepiting jenis satu ini memiliki duri pada bagian cangkangnya yang ukurannya tidak sama antara jenis satu dengan lainnya. Biasanya masyarakat mengolahnya menjadi beberapa hidangan menarik.

3. Kepiting Dungeness

source: yimg.com

Sebagian besar kepiting dungeness hidup di wilayah perairan Baja di Meksiko dan Alaska. Namanya sendiri diambil dari suatu daerah yang berada pada negara bagian Washington. Menariknya anen akan dilakukan ketika telah mencapai minimal 6,25 inci (16,51 cm) dan hanay jenis laki-laki saja. 

Berbeda dengan lainnya, daging kepiting dungeness berwarna merah muda dengan rasa yang cenderung manis dan lezat. Menariknya lagi jenis ini dapat hidup sampai sepuluh tahun sehingga sangat wajar jika populer di antara pecinta kepiting dari beberapa negara.

4. Kepiting Biru

source: wikimedia.org

Sesuai dengan namanya kepiting tersebut memiliki warna kebiruan dan sakit campuran lainnya tepat di bagian capitnya dan tempurung. Berkat paduan ini membuatnya tampak cantik dan mudah ditemukan pada pantai timur Amerika Serikat dengan ukuran umumnya berkisar antara 9 cm sampai 14 cm.

Meski pada dasarnya memiliki paduan warna yang unik, namun ketika Anda memasaknya akan berubah warna menjadi orange kemerahan. Bagian daging nya juga memiliki rasa nikmat dengan cita rasa manis. Apabila telah dewasa ukurannya akan bertambah lebih besar akan bisa mencapai sekitar 23 cm.

5. Kepiting Umang

source: nationalgeographicbrasil.com

Banyak orang Indonesia yang menyebutnya sebagai ketam, umang, atau kelomang. Biasanya jenis satu ini sering dijadikan sebagai hewan peliharaan karena ukurannya terbilang kecil an tidak terlalu membahayakan. Setidaknya di seluruh dunia terdapat setidaknya 1.100 spesies dengan kekhasannya masing-masing.

Ketika bertumbuh, kepiting pertapa akan menyesuaikan pada bagian cangkangnya yang semakin membesar. Bentuknya sendiri tidak seperti kepiting pada umumnya namun sedikit meruncing pada bagian ujungnya. Selain untuk melindungi diri, fungsinya adalah sebagai tempat untuk bersembunyi.

6. Kepiting Kelapa

source: idntimes.com

Sebagian besar masyarakat maluku menyebutnya sebagai ketam kenari yang termasuk ke dalam hewan dilindungi menurut PP No.7 tahun 1999. Ukuran jenis ini setidaknya bisa mencapai sekitar 40 cm dengan berat 4 kg. Usia maksimumnya terbilang cukup lama yakni 40-60 tahun.

Nama kepiting kelapa sendiri diberikan sesuai dengan kebiasaannya yang sering memanjat kelapa kemudian menjatuhkan buahnya dengan pencapitnya. Mereka juga sering memakan biji-bijian, kelapa, buah, dan kacang-kacangan.

Demikian penjelasan mengenai jenis-jenis kepiting yang terdapat di dunia. Sebagian besar memang bisa dikonsumsi namun dengan pengolahan tersendiri untuk meminimalisir dampak buruknya. Sebelumnya pastikan untuk mempersiapkan berbagai bahan dan bumbunya terlebih dahulu. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik