Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Jenis-jenis Penyakit Cupang dan Cara Menanganinya dengan Tepat

Beberapa waktu terakhir,cupang menjadi salah satu ikan hias yang banyak dibicarakan karena memiliki tampilan sangat cantik. Oleh sebab itu semakin banyak orang yang ingin mengembang biakkannya, hanya saja masih terkendala oleh beberapa hal termasuk cara perawatan paling tepat agar terhindar dari berbagai penyakit.

Jenis-jenis Penyakit Cupang dan Cara Menanganinya

Setiap makhluk hidup tentunya bisa saja terjangkit suatu penyakit mulai dari ringan hingga berat termasuk ikan cupang. Bagi Anda yang ingin memeliharanya, pasukan untuk melakukan perawatan dengan benar supaya dapat tumbuh dengan baik. Berikut ini akan dijelaskan beberapa diantaranya;

1. Dropsy (Sisik Nanas)

source: arenahewan.com

Ciri-ciri umum yang dimunculkan ketika ikan terkena masalah kesehatan satu ini adalah bagianperutya membengkak sebab tidak bisa mengeluarkan kotorannya. Pada kondisi lebih parahnya, akan terjadi pembengkakan ekstrem dengan penggambaran layaknya ikan buntal.

Selain itu ciri-ciri lain yang perlu diwaspadai adalah sisiknya mulai mengembang seperti kulit nanas. Sebaiknya setelah melihat ciri-ciri demikian, silahkan lakukan karantina karena penyakit dropsy mudah menular. Jangan lupa lakukan penggantian air secara berkala setidaknya tiga hari sekali serta berikan antibiotik khusus.

2. Inflamed Gills (Insang Merah)

source: dictio.id

Ketika warna insang tiba-tiba berubah merah, sebaiknya Anda waspada karena bisa saja sebagai tanda jika terkena suatu penyakit inflamed atau biasa disebut dengan insang merah. Meski tidak menular sebaiknya segera ganti air yang sudah tercemar dengan yang baru kemudian tambahkan obat birru.

Penyakit seperti ini bisa muncul akibat ikan keracunan nitrat yang membuatnya menjadi kesulitan bernafas. Biasanya mereka akan muncul di permukaan untuk mendapatkan oksigen sehingga dapat bernafas secara lebih leluasa. Pastikan untuk segera melakukan perawatan guna menghindari terjadi masalah lebih parah.

3. Berak Putih

source: penjualcupang.com

Biasanya para pecinta ikan hias menyebutnya dengan penyakit mencret dengan ciri-ciri mengeluarkan kotoran berwarna putih memanjang atau menggumpal. Penyebabnya yakni diakibatkan oleh parasit yang berakibat nafsu makannya hilang sehingga membuatnya menjadi tidak aktif bergerak.

Parasit penyebab penyakit satu ini adalah cacing nematoda yakni Ascaris lumbricoides yang bisa menyerang kapanpun saat salah merawatnya. Setelah memunculkan gejala tersebut, segera bersihkan tempat hidupnya kemudian tambahkan dengan obat cacing khusus seperti Acrivlafine, Worm X, dan Vermox.

4. Pop Eye (Mata Bengkak)

source: pikiran-rakyat.com

Ikan cupang bisa saja mengalami pembengkakan [pada bagian matanya yang umumnya membuat mereka kehilangan nafsu makan. Jika sudah seperti ini biasanya pengobatannya akan lebih sulit untuk dilakukan. Ciri paling terlihat adalah warnanya semakin memudar yang membuat harganya menurun drastis.

Pada kondisi lebih parah, mata ikan yang mengalami pembengkakan akan terlihat menonjol layaknya ikan mas koki. Paling bahayanya penyebab dari pop eye bisa menular, untuk itu pastikan segera melakukan pengobatan paling tepat. Segera pisahkan dengan lainnya, lanjutkan memberikannya antibiotic dan garam ikan.

5. Fin Rot (Busuk Sirip)

source: gerava.com

Ikan cupang yang terkena masalh kesehatan fin rot pada bagian sirinya berubah warna menjadi kemerahan, sobek, dan rontok. Bagian tubuhnya berubah warna menjadi lebih pucat diikuti badan yang mulai membusuk jika terus dibiarkan tanpa segera melakukan perawatan paling tepat.

Pengobatan untuk masalah kesehatan fin rot adalah dengan membersihkan akuarium serta menggantinya airnya dengan yang baru. Apabila proses pengobatannya berhasil, maka sirip akan tumbuh kembali dan menjadi normal jika didukung dengan perawatan tepat.

6. Velvet (Bintik Emas/ Karatan)

source: kabarikan.com

Saat ikan cupang memunculkan bintik keemasan yang cenderung gelap layaknya karat, bisa jadi hal ini menjadi salah satu tanda jika cupang sedang terjangkit penyakit disebut dengan velvet atau bintik emas/ karat. Saat mengalaminya, mereka akan memberikan respon cenderung lebih pasif.

Selain itu nafsu makan bisa berkurang secara drastis serta siripnya menguncup. Penyebab paling sering adalah diakibatkan oleh kualitas pakan tidak terjaga dengan baik. Agar penyakit cepat sembuh, lakukan pengobatan secara rutin setidaknya tiga hari sekali.

Demikian penjelasan terkait dengan jenis-jenis penyakit cupang dan cara menanganinya yang perlu Anda lakukan agar tidak sampai mengganggu pertumbuhannya. Apabila kondisinya lebih buruk, bisa mengkonsultasikan langsung dengan ahli dalam bidangnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik