Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Jenis Ikan yang Bisa Dibudidayakan di Tambak, Cocok untuk Bisnis

Selain di lautan, ada beberapa jenis ikan yang sering dibudidayakan di tambak. Menangani rasanya tentu tidak kalah nikmat dengan yang hidup di laut atau alam liar. Sebab pada proses pembudidayaannya dilakukan melalui perawatan-perawatan khusus serta menggunakan pakan pilihan.

Jenis Ikan yang Bisa Dibudidayakan di Tambak

Ikan menjadi salah satu bahan makanan yang sering diubah menjadi olahan dengan cita rasa nikmat. Di samping itu kandungan di dalamnya juga sangat baik untuk mendukung tubuh menjalankan tugasnya secara lebih maksimal. Berikut ini akan dijelaskan beberapa jenisnya:

1. Ikan Gabus

source: kompas.com

Salah satu jenis ikan yang sering dimanfaatkan sebagai pemercepat penyembuhan luka setelah terjatuh atau melahirkan ini belakangan sering dicari baik sebagai hidangan biasa atau tujuan mendapat khasiatnya. Oleh sebab itu beberapa orang mengembangbiakkannya di tambak agar dapat memenuhi permintaan pasar. 

Meksiko tergolong ikan dengan harga bersahabat, namun di dalamnya terdapat banyak kandungan yang baik untuk tubuh. Rinciannya yaitu protein sebesar 25,5% yang lebih tinggi dari beberapa ikan lainnya. Cara memasaknya sendiri terbilang mudah dan ada banyak jenis olahan berbahan ikan gabus.

2. Ikan Patin

source: blogspot.com

Dengan daging yang terbilang tebal dan lembut, membuat ikan satu ini sering dijadikan rujukan sebagai bahan olahan. Hanya saja memang diperlukan teknik khusus untuk membuat aroma alami nya tidak terlalu kuat misalnya saja dengan menambahkan jeruk nipis atau melakukan marinasi.

Salah satu daya tarik dari ikan patin adalah masa pemijahan hingga panen tidak terlalu lama yakni sekitar 6 bulan dengan ukuran mencapai 35-40 cm dan berat 1 kg. Hanya saja tentu memerlukan perawatan tepat untuk membuatnya dapat bertumbuh secara maksimal tanpa gangguan parasit atau penyakit berbahaya.

3. Belut

source: tstatic.net

Sebenarnya habitat alami dari belut sendiri adalah persawahan atau wilayah berlumpur. Namun saat ini beberaa orang megembangbiakkannya di daam tambak dengan perawatan khusus untuk membuatnya bisa bertumbuh dan berkembang dengan  baik. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan pasar.

Jika mengandalkan ketersediaan belut di habitat alaminya tentu akan kurang karena saat ini belut sering dimanfaatkan untuk membuat berbagai macam olahan bercita rasa nikmat. Perlu diketahui belut sendiri bisa hidup dan berkembang biak di berbagai kondisi seperti di dataran tinggi, rendah, sampai darah dengan curah hujan tinggi.

4. Ikan Mujair

source: kompas.com

Meski di sekeliling tubuhnya terdapat duri-duri yang cukup kuat dan tajam, namun ikan mujair saat ini banyak dicari baik untuk konsumsi sendiri maupun dijadikan salah satu menu di warung makan. Anad bisa menggunakan berbagai teknik pemasakan misalnya saja dengan mengungkep, menggoreng, ataupun dibakar.

Ikan mujair menjadi salah satu jenis ikan yang memiliki toleransi tinggi pada kadar garam (salinitas) cukup tinggi yang membuatnya dapat hidup di air payau sekalipun. Pertumbuhannya juga tidak terlalu lama dengan masa panen yang membutuhkan beberapa bulan saja sejak pembenihan.

5. Ikan Gurame

source: paspelopor-news.com

Salah satu jenis ikan tambak yang paling banyak dicari lainnya adalah ikan gurami. Sebenarnya ada banyak faktor yang melatarbelakanginya seperti halnya dagingnya cukup tebal dan bertekstur lembut. Di samping itu masyarakat juga bisa mengubahnya menjadi berbagai macam olahan berbumbu khas.

Namun saat memutuskan untuk mengembangbiakkannya, Anda operlu mengetahui suhu paling tepat terlebih dahulu yakni sekitar 24-30 derajat celcius untuk membuatnya bisa berkembang dengan baik. Selain itu juga perhatikan tingkat keasaman air pada angka 7-8 dengan kandungan oksigen terlarut 50-400 m dpl.

6. Ikan Nila

source: dmagri.com

Secara bentuk, ikan nila dan mujair hampir sama namun keduanya sangat mudah untuk dibedakan karena memiliki warna cukup berbeda. Sampai saat ini pemikat dari ikan nila terbilang masih sangat banyak karena memiliki kandungan gizi tinggi serta tekstur dagingnya lembut serta cukup tebal.

Sampai saat ini kebutuhan ikan di pasar global terbilang sangat banyak, karena hal tersebut bahkan para pengepul kewalahan untuk memenuhi target apalagi saat cuaca sedang tidak baik. Oleh sebab itu adanya ikan tambak dapat membantu memenuhi kekurangan yang terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik