Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Berbagai Kegiatan Manusia yang Berakibat Buruk untuk Kelangsungan Wilayah Laut

Saat ini kelautan memiliki masalah besar yang bukan hanya mempengaruhi wilayah perairan saja melainkan juga daratan. Jika tidak segera dilakukan penanganan maka dampaknya tentu akan merugikan termasuk bisa menghilangkan habitat hidup para biota laut dan makhluk hidup lainnya.

Berbagai Kegiatan Manusia yang Berakibat Buruk untuk Kelangsungan Wilayah Laut

Laut merupakan wilayah yang memiliki peran besar untuk kehidupan makhluk hidup termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan. Jika tidak tercipta keseimbangan maka akan berdampak buruk bagi kelangsungan alam nantinya. berikut ini akan diulas berbagai dampaknya:

1. Polusi Plastik

source: bingar.id

Indonesia merupakan negara yang masuk ke lima besar dengan jumlah sampah plastik paling banyak yakni diperkirakan bisa mencapai 12,7 juta ton yang sebagian besar bermuara di wilayah perairan. Akibatnya mengganggu ekosistem bahkan lama-kelamaan akan merusak karang kehidupan di dalamnya.

Seperti yang telah diketahui bahwa ikan adalah makhluk yang tidak berakal, oleh karenanya mereka akan mengkonsumsi apapun yang dianggapnya bisa dimakan termasuk plastik. Bisa dipastikan lama-kelamaan banyak spesies akan punah karena kehilangan rantai makanannya di alam.

2. Global Warming

source: cloudfront.net

Perbedaan suhu antara dahulu dan sekarang begitu signifikan terbukti dengan bertambahnya debit air di wilayah perairan disebabkan oleh mencairnya es di kutub utara dan selatan. Akibatnya gelombang pasang sangat tinggi. tingkat resikonya akan lebih tinggi ketika musim penghujan di wilayah dengan dengan bibir pantai.

Pemanasan sendiri diakibatkan oleh aktivitas dari manusia yang memproduksi sekitar 80% C02 kemudian diserap lautan sehingga membuatnya panas. Penanganan dampak seperti ini akan berhasil jika dilakukan bersama baik dari pihak masyarakat maupun pemerintah. Caranya yakni dengan menumbuhkan kesadaran.

3. Minyak dan Gas

source: googleusercontent.com

Bahan bakar fosil terbentuk dari endapan tulang belulang dan biota laut selama ratusan tahun. Oleh karenanya laut merupakan tempat yang memiliki kandungan tersebut cukup melimpah. Masalahnya adalah penmbngannya mengakibatkan pencemaran area sekitar dan wilayah lebih jauh.

Saat sumber daya sudah menipis maka proyek pengeboran akan dipindah pada tempat lainnya. efeknya pada lingkup wilayah tersebut bisa mengalami kerusakan parah dan tidak ada makhluk hidup yang mendiami. Meskipun tersedia namun umumnya mereka akan melakukan adaptasi.

4. Perburuan Paus Komersial

source: kompas.com

Paus seringkali dimanfaatkan sebagai bahan yang diubah menjadi berbagai olahan yang diperjual belikan secara bebas baik di restoran, pasar tradisional, maupun pusat oleh-oleh. Perburuan ini sudah dilakukan sejak abad ke-20 sampai sekarang dan hal tersebut secara signifikan menurunkan populasinya.

Sebenarnya perburuan paus ini sudah dilarang sejak 1986 namun ada beberapa negara yang menolaknya seperti Jepang, Norwegia, dan Islandia. Oleh sebab itu sampai sekarang masih melakukan kegiatan tersebut. hanya saja tingkatannya tidak terlalu sering guna menghindari adanya kepunahan.

5. Polusi Suara

source: kumparan.com

Tanpa disadari aktivitas transportasi laut yang  sering berlalu lalang mengakibatkan terganggunya aktivitas makhluk laut yang memanfaatkan sinyal ultrasonik. Akibatnya mereka menjadi sukar ketika berburu akhirnya kemungkinan besarnya adalah terjadinya kekurangan nutrisi dan mengalami kematian massal.

Jika kondisi seperti ini  berlangsung lama maka para predator akan punah, hal ini akan memengaruhi berkembang pesatnya salah satu dari biota laut sehingga akan merusak rantai makan. Oleh karenanya Anda harus melindungi dengan tidak menangkapnya secara membabibuta untuk keperluan komersial.

6. Perjalanan Ekspedisi Laut

source: cargonesia.com

Transportasi laut saat ini juga memiliki tingkat kesibukkan tinggi yang akan menimbulkan dampak pada kehidupan laut. Terjadinya kebocoran bahan bakar menjadikan mereka membuang limbahnya secara sembarangan di laut. Akhirnya akan bercampur dengan emisi sulfur dan mengakibatkan berkurangnya oksigen.

laut yang tercemar akan memberikan dampak buruk bagi lingkungan terutama di sekitarnya. Saat ini yang perlu dilakukan adalah saling bekerja sama agar wilayah perairan tetap terjaga dan tidak memiliki makhluk hidup sama sekali karena telah punah.

Demikian pembahasan mengenai dampak dari kegiatan manusia untuk kelangsungan kehidupan selanjutnya. Agar tidak mengalami kepunahan maka langkah yang harus diambil adalah tidak melakukan berbagai pantangan misalnya saja dengan membuang sampah di sembarang tempat karena beresiko bermuara di laut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik