Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Apakah Pernah Terpikirkan? Kontribusi Negara satu dengan Lainnya dalam di Sektor Kelautan dan Perikanan

Selalu terpaku pada sektor kelautan dari negara Indonesia tetapi lupa terhadap kontribusi sesama negara maritim lainnya. Bukan hanya pada Indonesia saja tetapi juga setiap negara di dunia yang membutuhkan berkaitan sektor-sektor terkait tersebut. Tanpa disadari sebenarnya mereka semua saling membutuhkan satu sama lainnya, hingga menjadi andalan pemenuhan permintaan perikanan.

Beberapa Kontribusi dan Kerjasama Negara satu dengan Lainnya di Sektor Kelautan

Indonesia yang lahir sebagai negara maritim saja masih membutuhkan bantuan juga kontribusi dari negara-negara lainnya, apalagi mereka benar-benar tidak memiliki penghasilan perikanan melimpah. Oleh sebab itulah sebagaui negara maritim di dunia, sudah selayaknya saling membantu satu sama lainnya dan berikut bentuk kontribusi juga kerjasama lainnya.

1. Saling Mengisi Kekurangan Pemenuhan Permintaan Hasil Laut

Source : republika.co.id
Source : republika.co.id

Tentu saja kerjasama dan kontribusi pertama adalah dimana negara satu dengan lainnya saling mengisi kekurangan pemenuhan permintaan hasil laut. Misalnya saja Amerika, konsumsi ikan-ikanan sangat tinggi sehingga meskipun sudah menghasilkan masih kurang dalam pemenuhan permintaan gurita sehingga memutuskan mengambil dati Indonesia yang hasilnya melimpah.

Begitu juga sebaliknya, Indonesia masih membutuhkan beberapa hasil laut yang memang belum mencukupi dalam pemenuhan permintaannya. Salah satunya adalah ikan Salmon, oleh sebab itu juga harga ikan jenis tersebut sangat mahal karena memang Indonesia masih memenuhinya dengan cara impor. Hal tersebut membuktikan bahwa setiap negara akan saling berkontribusi.

2. Bekerjasama dalam Mewujudkan Wilayah Kelautan yang Sehat di Setiap Dunia

Source : tribunnews.com
Source : tribunnews.com

Beberapa waktu lalu Zona Bahari pernah membahas tentang Our Ocean Conference yang didatangi oleh negara maritim salah satunya adalah Indonesia. Dimana dalam pertemuan tersebut mereka membahas tentang iklim hingga keadaan lautan di setiap dunia melalui negara-negara yang hadir. OOC tersebut sudah dilakukan secara ruti karena memang kondisi laut harus diperhatikan.

Oleh sebab itulah, kontribusi dan kerjasama kedua negara-negara maritim mewujudkan lingkungan lautan yang sehat. Hal tersebut karena ternyata masih banyak daerah pesisir pada negara-negara maritim kondisi lautannya rusak, penyebabnya pun bermacam-macam. Jelaskan melalui OOC, setiap negara diharapkan kerjasama dalam menghasilkan lautan yang sehat terutama ekosistemnya.

3. Saling Menghimbau Pekerja Lautannya untuk Tidak Melintas secara Ilegal di Perairan Negara Lain

Source : pikiran-rakyat.com
Source : pikiran-rakyat.com

Meskipun melakukan kerjasama dan sama-sama berkontribusi, tetapi setiap negara mempunyai peraturan terkait pelintasan batas wilayah lautan dengan negara-negara tetangga lainnya. Meskipun lautan sangat luas tetapi kenyataannya peraturan tersebut harus ada mengingat melindungi lautan negara juga tugas pemerintahan sektor terkait kelautan dan perikanan.

Oleh sebab itulah setiap negara wajib bersama-sama memberikan himbauan pada semua pekerja lautannya atau nelayan untuk tidak melintasi batasan lautan negara-negara lainnya. Jika melihat di Indonesia masih banyak sekali pelanggaran yang sering masuk ke perairan Indonesia secara ilegal bahkan turut mengambil hasil lautannya sehingga menyebabkan kerugian bagi nelayan lokal.

4. Rutin Mengadakan Konferensi Terkait Keberlangsungan Kelautan di Dunia

Source : brilio.net
Source : brilio.net

Our Ocean Conference adalah sebagai bukti bahwa negara-negara maritim di dunia rutin mengadakan konferensi atau pertemuan yang bertujuan untuk sama-sama menangani kasus di laut yang ternyata masih harus diperhatikan secara seksama. Di luar sana masih banyak sekali lautan terkontaminasi sampah hingga bagaimana ekosistem sengaja dihancurkan secara bengis.

Nah dengan mengadakan OOC secara rutin, diharapkan beberapa negara maritim bisa membantu satu sama lainnya untuk memperbaiki permasalahan tersebut. Indonesia di pertemuan terakhir tahun 2022 menyumbangkan sejumlah dana guna memperbaiki wilayah bahari di dunia yang berdampak. Hal tersebut ternyata menjadi titik baik bagi semua negara di OOC tersebut.

5. Negara-negara Maritim Berusaha Membantu Kekurangan Negara non Maritim

Source : kompas.com
Source : kompas.com

Di dunia ini tidak hanya terdapat negara-negara maritim saja, banyak negara non maritim yang juga membutuhkan hasil laut untuk menenuhi permintaan pasarnya. Selain itu juga terkadang sangat dibutuhkan ikan karena gizinya sangat baik. Negara maritim berkontribusi membantu kekurangan tersebut.

6. Bersama-sama Melindungi Ekosistem Setiap Sektor Bahari di Dunia

Source : dtpeduli.org
Source : dtpeduli.org

Sudah disinggung sebelumnya, bahwa sektor bahari di dunia ternyata juga mengalami kerusakan. Melalui OOC, negara-negara yang datang berusaha untuk bersama-sama melindungi ekosistem di setiap wilayah bahari tersebut. Tujuannya agar ruang laut tercipta dan membuat biota lautnya bertahan.

Tanpa disadari sebenarnya setiap negara maritim melakukan banyak kontribusi serta mengisi kekosongan negara-negara lainnya. Bahkan ternyata Indonesia juga masih impor hasil laut guna memenuhi permintaan pasarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik