Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Mengenal Ikan Pesut Mahakam yang Kini Makin Terancam

Ikan pesut Mahakam merupakan salah satu jenis spesies mamalia yang sudah jarang muncul. Masyarakat juga sering menyebutkan dengan lumba-lumba air tawar pada perairan Sungai Mahakam. Ada beberapa informasi mengenai spesies yang hampir punah tersebut.

Fakta-fakta di Dalik Ikan Pesut Mahakam

Kemunculan ikan pesut Mahakam baru-baru ini membuat heboh masyarakat, pasalnya lumba-lumba air tawar tersebut sudah jarang atau sulit menemukannya. Berikut adalah fakta-fakta mengenai spesies mamalia dengan nama Irrawaddy Dolphine tersebut:

  1. Ciri-ciri Fisik

Lumba-lumba air tawar yang ada di Sungai Mahakam ini memiliki ciri-ciri fisik seperti panjang tubuhnya sekitar 1.46 m hingga 2.75 m. Selain itu, beratnya mulai dari 114 kg sampai 143 kg. Jika melihat, ikan ini mempunyai leher fleksibel serta tidak memiliki paruh.

Leher yang fleksibel tersebut menciptakan lipatan yang terlihat dari bagian belakang kepala. Apabila memperhatikan, ikan ini mirip sekali dengan paus beluga. Pesut betina dapat hamil setiap 3 tahun sekali dengan masa 9-14 bulan.

  1. Mempunyai Penglihatan Tidak Tajam

Jenis spesies mamalia ini memiliki mata kecil sehingga membuatnya tidak bisa melihat secara tajam. Oleh karena itu, ikan pesut mampu beradaptasi pada habitatnya dalam sungai yang mana mengandung banyak lumpur.

Untuk mengatasi kekurangannya tersebut, lumba-lumba air tawar khas Mahakam ini memiliki kemampuan deteksi yang baik. Mereka menggunakan ultrasonic untuk memetakan situasi sekitarnya. Sehingga meskipun penglihatannya kurang, ikan pesut dapat bergerak dengan mengandalkan pendengarannya.

  1. Tidak Bisa Berenang Dengan Cepat

Berbeda dengan jenis lumba-lumba dalam perairan laut, ikan pesut Mahakam tidak memiliki kemampuan berenang cepat. Mereka hanya mampu berenang dengan kecepatan 25 km per jam. Tidak heran jika masuk ke dalam kategori lamban.

Ikan pesut ini juga hanya mampu menyelam selama 30-60 detik saja. Jika keadaan terancam mereka bisa bertahan lebih lama hingga 12 menit. Dengan begitu, lumba-lumba air tawar ini mempunyai cara adaptasi bagus terhadap lingkungan dan apabila ada musuh datang.

  1. Hidup Secara Berkelompok

Fakta mengenai ikan pesut selanjutnya adalah bahwa spesies ini hidup secara berkelompok. Mereka masuk ke dalam golongan mamalia air tawar pada daerah tropis. Tidak heran jika tinggal bersama dalam satu kelompok berisi 3-6 pesut.

Berdasarkan WWF (World Wild Fund), lumba-lumba Irrawaddy bisa menemukannya pada daerah pantai Asia Selatan dan Tenggara. Selain itu, mereka ada dalam tiga sungai, yaitu Ayeyarwady (Myanmar), Mahakam (Kalimantan), dan Mekong.

  1. Hidup Juga Pada Perairan Kamboja dan Myanmar

Seperti yang sudah ada pada penjelasan sebelumnya, selain hidup dalam Sungai Mahakam Kalimantan, Indonesia, pesut ini juga terdapat dalam perairan Kamboja dan Myanmar. Jenis lumba-lumba tersebut  mirip dengan pesut Australia (Orcaella Heinsohni).

Perbedaannya adalah terletak pada warna. Ikan pesut Mahakam memiliki dua warna sedangkan pesut Australia memiliki tiga warna. Selain itu, bentuk tengkorak serta sirip dari kedua jenis lumba tersebut juga nampak berbeda.

  1. Merupakan Spesies yang Dilindungi

Ikan pesut Mahakam ini merupakan jenis spesies yang masuk dalam lindungan pemerintah akibat populasinya menurun. Hal tersebut tercantum pada Undang-Undang No. 5 tahun 1990 mengenai Keanekaragaman Hayati dan Ekosistemnya.

Selain itu, juga tercantum pada PP Nomor 7 tahun 1999 yang menetapkan ikan pesut Mahakam masuk ke dalam kategori jenis spesies dilindungi. Lumba-lumba air tawar tersebut tergolong satwa yang punah akibat dari rusaknya habitat sehingga daya tahan hidup menjadi semakin menurun.

  1. Terancam Punah

Saat pertama kali ikan pesut berada pada sepanjang 200 km Sungai Mahakam, danau, anak sungai, serta lahan basah sekitarnya. Mulai tahun 2009, habitatnya mulai menurun sehingga jumlahnya juga berkurang karena manusia menggunakannya untuk kebun kelapa sawit.

Penyebab lain dari punahnya ikan pesut Mahakam ini adalah polusi bawah air akibat tongkang batubara yang melintas sepanjang habitat spesies tersebut. Berdasarkan data pada tahun 2007, mamalia tersebut memiliki populasi sekitar 50 ekor saja.

Demikian informasi mengenai ikan pesut Mahakam yang sudah terancam punah akibat dari rusaknya habitat. Oleh karena itu, wajib untuk menjaga lingkungan tempat tinggal mereka serta tidak memburunya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik