Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Mengenal Thalassophobia : Ketakutan Terhadap Lautan Luas dan Dalam secara Berlebihan

Melansir dari merdeka.com yang mengutip dari verywellmind.com, thalassophobia merupakan salah satu jenis fobia spesifik ketakutan secara terus-menerus dan intens terhadap perairan luas dan dalam seperti laut juga samudera. Tidak heran karena memang jika membayangkan dalamnya sedikit merinding.

Beberapa Poin Tentang Penyebab Munculnya Thalassophobia pada Seseorang

Termasuk ke dalam gangguan kecemasan, karena orang yang mengalami thalassophobia biasanya tidak akan pernah bisa bermain dengan air laut bahkan melihatnya. Tergantung seberapa parah tingkat ketakutannya, kasus terparah membayangkan saja mereka merasa takut dan berikut poin-poin penyebab.

1. Pernah Secara Langsung Mengalami Peristiwa Traumatis di Lautan

Source : wallpaperflare.com
Source : wallpaperflare.com

Tidak ubahnya dengan peristiwa-peristiwa traumatis di luar lautan, mereka yang pernah mengalaminya akan memiliki rasa takut. Begitu juga penderita thalassophobia, penyebabnya tentu saja pernah secara langsung mengalami kejadian tak menyenangkan saat berada di kawasan pesisir terutama laut lepas.

Contohnya hampir tenggelam hingga terseret ombak, banyak sekali yang pernah mengalaminya sehingga pada akhirnya mengalami gangguan kegelisahan sejenis fobia thalassophobia. Tidak itu saja, kemungkinan mereka juga pernah melihat serangan hewan-hewan mengerikan di lautan lepas seperti hiu misalnya.

2. Mendengar atau Melihat Peristiwa melalui Media-media Digital

Source : surfertoday.com
Source : surfertoday.com

Di zaman kemajuan teknologi seperti sekarang ini media digital sangat mempengaruhi seseorang, sehingga penderita thalassophobia juga bisa terjadi karena mendengar atau melihat peristiwa lautan disana. Tidak sedikit beberapa akun media-media sosial yang membagikan tentang kengerian misteri bawah laut hingga peristiwanya.

Dari situlah secara tidak sadar mereka mendapatnya fobia thalassophobia, karena tidak dapat dipungkiri memang melihat informasi tentang kedalaman bawah laut sangat menakutkan. Ditambah lagi membayangkan adanya makhluk-makhluk yang belum pernah ada sebelumnya, sehingga menambah alasan timbul rasa takut.

3. Mempunyai Kerabat dan Keluarga yang Juga Mengalami Hal Sama

Source : s.kaskus.id
Source : s.kaskus.id

Pada dasarnya thalassophobia tidak hanya fobia terhadap kedalaman luasnya lautan, bahkan terjadi juga di danau hingga kasus terburuknya kolam renang berkedalaman lebih dari 5 meter. Penderitanya akan takut terhadap hamparan air luas tersebut dan salah satu penyebabnya faktor genetic dari keluarga.

Beberapa anggota keluarganya ada yang merasakan hal sama, mengalami perasaan takut berlebihan terhadap hamparan luas perairan dari laut hingga danau dan kolam renang. Melansir dari merdeka.com, faktor genetic tersebut dapat meningkatkan resiko terkena thalassophobia tersebut.

4. Selalu Membayangkan Keburukan dari Lautan Dalam

Source : pulsk.com
Source : pulsk.com

Meskipun tidak terlihat sangat signifikan, tetapi penyebab keempat ini juga bisa mengakibatkan seseorang menderita thalassophobia. Membayangkan keburukan lautan dalam sudah menimbulkan beberapa prasangka sehingga pada akhirnya ketakutan muncul tanpa disadari oleh penderitanya.

Awalnya mungkin hanya perasaan takut tidak ingin melakukan aktifitas apapun ketika berada di daerah pesisir atau bahkan danau dan kolam renang. Lalu lama kelamaan ketakutannya tersebut akan berkembang menjadi fobia bahkan menyentuhnya saja tidak mau, jika tak ada usaha menghentikan bayangan buruk sebelumnya.

5. Mengambil Sisi Negatif dari Sebuah Peristiwa di Lautan

Source : orami.co.id
Source : orami.co.id

Peristiwa yang sudah terjadi di lautan tidak sedikit, hal tersebut sudah menjadi hal wajar karena lautan luas dengan tingkat resiko tinggi ketika mengarunginya. Poin itulah dijadikan sebagai sisi negatif dari laut dan beberapa masyarakat bahkan mengidap fobia gangguan kecemasan jenis thalassophobia terhadapnya.

Meskipun resikonya memang tinggi, tetapi bukan berarti setiap kapal yang mengarunginya akan mengalami kecelakaan atau peristiwa tak mengenakkan. Hal tersebut terbukti masih banyaknya wisatawan memilih berlibur menggunakan kapal pesiar mengarungi lautan lepas dengan fasilitas terbaiknya.

6. Terlalu Sering Melihat Film Lautan bergenre Thriller dan Horror

Source : caping.co.id
Source : caping.co.id

Terlepas dari peristiwa yang terjadi di lautan, banyak juga film-film menampilkan beberapa peristiwa mengerikan terjadi di lautan. Dari Titanic hingga Megalodon, menceritakan hiu purba terbesar berasal dari lautan dalam. Film-film tersebut secara tidak sadar terkadang membuat seseorang menjadi pengidap thalassophobia.

Mereka merasa enggan menjamah lautan bahkan hanya berada di pinggiran pantainya karena ketakutan berasal dari film yang sebelumnya ditonton. Hal tersebut pernah dialami salah satu kerabat, namun sekarang sudah membaik mulai berbaur ketika mendatangi tempat wisata lautan.

Pada dasarnya fobia thalassophobia tidak begitu membahayakan tetapi karena masuk ke dalam gangguan kecemasan, kasus yang terparah harus disembuhkan. Merasa takut terhadap hamparan lautan bukan masalah, namun sewajarnya saja karena laut itu indah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik