Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Mengimpor Perikanan dari Negara Lain, Apakah ada Dampak Tersendiri bagi Negara Indonesia?

Seperti sudah dijelaskan pada sebelumnya bahwa Indonesia yang saat ini terkenal sebagai negara maritim ternyata tetap masih mengimpor sebagian hasil lautnya dari negara-negara lain. Hal tersebut tentunya dikarenakan permintaan pasar lebih tinggi daripada jumlah penghasilan lautannya. Pada akhirnya menimbulkan pertanyaan, apakah ada dampaknya bagi negara Indonesia? Mari bahas bersama.

Beberapa Dampak Masih Mengimpor Perikanan dari Negara Lain untuk Indonesia

Sebenarnya jika membicarakan tentang dampak, terasa menghakimi karena apapun yang dilakukan pemerintahan terkait akan kembali pada masyarakatnya. Mengingat mengimpor perikanan juga ditujukan untuk memenuhi permintaan pasar, namun kemungkinan dampaknya bisa diprediksi bersama disini meskipun belum tentu benar adanya. Berikut beberapa dampak-dampak yang memungkinkan terjadi.

1. Pendapatan Negara Lebih Sedikit daripada Pengeluarannya

Source : medcom.id
Source : medcom.id

Dengan melakukan impor ikan-ikan tertentu sudah seharusnya pemerintah mengeluarkan anggaran untuk membelinya dari negara lain. Hal tersebut selain menambah pengeluaran negara juga bisa memotong pendapatan, dimana kemungkinan terjadinya tingkat impor sama dengan ekspor adalah tinggi. Dari situlah di kemudian hari negara Indonesia bisa mengakibatkan besar pasak daripada tiang.

Mungkin memang benar, dengan melakukan impor tujuannya untuk memenuhi permintaan pasar dan dikembalikan lagi pada masyarakatnya. Namun di balik semua itu harus ada yang harus dikorbankan, kemungkinan bisa jadi poin pertama ini dapat menjadi dampak utamanya. Mengimpor ikan dianggap wajar namun jika dilakukan secara terus menerus akan muncul dampak terburuknya.

2. Timbulnya Rasa Menyepelekan dalam Meningkatkan Hasil Laut Negara Sendiri

Source : liputan6.com
Source : liputan6.com

Selain dampak pertama, kemungkinan lainnya adalah dimana munculnya rasa menyepelekan bagi pekerja di lautan dalam meningkatkan hasil laut negara sendiri karena merasa bisa mengimpornya. Menggunakan cara lebih mudah memenuhi permintaan pasar lokal. Hal tersebut pada akhirnya akan terjadi terus menerus terjadi namun perlahan menghancurkan tingkat perekonomian Indonesia.

Tidak bisa dipungkiri, untuk memenuhi hasil-hasil laut di Indonesia maupun negara maritim lainnya dibutuhkan banyak perjuangan. Hal tersebutlah yang menjadikan harga seafood di pasaran lebih tinggi daripada lauk pauk lainnya, oleh sebab itulah dengan melakukan impor hasil laut terus menerus kemungkinan dampaknya bisa menimbulkan rasa menyepelekan.

3. Negara Kemungkinan Mengalami Inflasi di Sektor Perikanan

Source : liputan6.com
Source : liputan6.com

Inflasi adalah dimana terjadinya kenaikan harga barang-barang dalam jumlah yang besar. Dengan melakukan impor kemungkinan yang terjadi di masa depan adalah terjadinya inflasi di sektor perikanan. Nantinya masyarakat harus mengalami kenaikan bahan-bahan laut termasuk perikanan, sehingga memilih mengganti lauk pauk boga bahari dengan lainnya.

Baru-baru saja inflasi ini terjadi di barang bahan pokok, hingga menjamah ranah pasar kebutuhan sayuran dan bumbu-bumbu lainnya. Dengan begitu, jika Indonesia melakukan impor di sektor perikanan kemungkinan dampaknya adalah negara mengalami inflasi harga-harga bahan seafood. Menurunnya tingkat permintaan juga diprediksikan akan terjadi mengingat harganya mahal.

4. Semakin Berkurangnya Ketertarikan pada Perikanan Lokal

Source : kompas.com
Source : kompas.com

Dengan seringnya disediakan perikanan impor, tentunya ikan-ikan kelas lokal akan dilupakan. Padahal tingkat impor dan menghasilkan ikannya sendiri Indonesia berpotensi menghasilkannya. Jika hal tersebut secara terus menerus terjadi tentunya akan menurunkan rasa tertarik masyarakat pada ikan-ikan lokal karena terbiasa menggunakan kualitas impor.

Tentunya kemungkinan dampak tersebut diharapkan tidak terjadi, mengingat efek jangka panjangnya adalah merugikan perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Dimana perikanan menjadi sektor utama dalam meningkatkan perekonomian justru dilupakan juga digantikan oleh bahan lautan impor.

5. Tingkat Impor sama Tingginya dengan Ekspor

Source : finance.detik.com
Source : finance.detik.com

Dampak selanjutnya adalah dimana tingkat impor sama tingginya dengan ekspor. Seperti sudah dijelaskan pada salah satu poin diatas. Efek jangka panjangnya adalah dimana tidak bisa meningkatkan perekonomian negara karena pendapatan dan pengeluarannya cenderung sama besar. Lagi-lagi besar pasar daripada tiang bisa terjadi jika dampaknya kelima ini terjadi.

6. Munculnya Penilaian Negatif dari Negara Lain terkait Predikat sebagai Negara Maritim

Source : cnbcindonesia.com
Source : cnbcindonesia.com

Ibarat seperti seorang teman, dimana tidak ada yang bisa dipercaya. Negara maritim satu dengan lainnya meskipun berkontribusi memberikan hasil lautnya, namun terkadang ada di antara mereka yang mempunyai penilaian negatif pada mereka yang melakukan impor. Oleh sebab itu kemungkinan terakhir dimana akan muncul “suudzon” mengingat Indonesia terkenal sebagai negara maritim mengapa harus mengimpor ikannya.

Intinya dampak-dampak di atas hanya kemungkinan yang bisa terjadi mengingat impor bukan merupakan hal yang diharapkan oleh sebuah negara maritim seperti Indonesia. Oleh sebab itu sebaiknya dikurangi dan berupaya melalui budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik