Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Fakta atau Mitos? Keberadaan Oarfish yang Dilambangkan sebagai Penanda Bencana di Lautan

Beberapa waktu lalu sempat dibahas tentang oarfish di dalam media sosial yang merupakan penghuni dasar lautan terdalam. Hal tersebut mengakibatkan keberadaannya di permukaan laut dikatakan menandakan akan adanya bencana gempa tsunami. Banyak pendapat mengatakan hal tersebut adalah mitos dilihat dari kacamata peneliti. Namun jika di flashback kan lagi ke bencana-bencana tsunami di dunia diantaranya menemukan oarfish sebelum terjadi, lalu bagaimana fakta sebenarnya?

Membahas Keberadaan Oarfish di Permukaan Laut

Meskipun sudah dijelaskan melalui kacamata penilit bahwa hal tersebut terjadi tidak ada hubungannya dengan bencana gempa dan tsunamin, masyarakat tetap menyebarkan mitos tersebut. Sebenarnya jika dipikir secara logika mitos tersebut benar juga, karena memang oarfish pada dasarnya tinggal di dasar lautan dalam. Dikaitkan dengan alasan peniliti sudah cukup sikron terkait mitosnya, langsung saja berikut pembahasannya.

1. Ada Beberapa Bukti sebelum Kejadian Tsunami Muncul Oarfish

Source : viva.co.id
Source : viva.co.id

Pada tahun 2010, sebelum kejadian tsunami di Chile ternyata sempat ditemukan oarfish tersebut yang berenang di permukaan bahkan ke bibir pantai. Setelah itu negara tersebut terkena gempa bumi dan tsunami. Hal tersebut yang pada akhirnya memunculkan spekulasi serta mitos bahwa ikan berbentuk panjang tersebut menjadi pertanda akan datangnya bencana karena habitatnya di dasar laut.

Dimana oarfish akan pergi ke permukaan ketika ada kejanggalan di habitat aslinya, termasuk perubahan lempengan yang biasanya memang akan terjadi gempa bumi bahkan menyusul tsunami. Namun ternyata hal tersebut tidak mudah diiyakan oleh ilmuwan, mereka tetap menyangkal karena memang ketika oarfish berada dipermukaan mereka akan mati dan hal tersebut dilakukannya karena merasa terancam di habitatnya.

2. Penjelasan Peneliti dan Logika Habitat Oarfish Terdengar Make Sense

Source : viva.co.id
Source : viva.co.id

Ternyata kejadian pasa poin pertama tidak hanya terjadi di Chile, pada tahun 2019 sebelum gempa dan tsunami Palu, nelayan berkisah menemukan oarfish. Namun tanggapan tersebut dibantah oleh pihak LIPI, menurut mereka ikan tersebut memang berhabitat di lautan dalam hingga ribuan meter tetapi terkadang juga akan muncul ke permukaan air. Peneliti mengatakan juga perilaku tersebut karena mereka merasakan perubahan di habitatnya.

Selain itu, oarfish sendiri mempunyai kebiasaan akan mematikan dirinya sendiri dengan naik ke permukaan air. Hal tersebut bisa disimpulkan bahwa keberadaan ikan tersebut di permukaan laut dianggap hanya mitos menandakan adanya bencana gempa dan bahkan mengakibatkan tsunami. Namun banyak masyarakat yang masih mempercauai kepercayaan tersebut karena menurut mereka make sense.

3. Indonesia Pernah Menjadi Salah Satu Bukti Ditemukannya Oarfish

Source : manado.tribunnews.com
Source : manado.tribunnews.com

Tahun 2019 menjadi waktu dimana Indonesia berduka karena Palu mengalami gempa besar lalu disusul hantaman tsunamin yang cukup besar. Setelah ditelusuri ternyata sebelumnya oarfish muncul dan ditemukan oleh nelayan di perairan Majene, Sulawesi Barat. Hal ini akhirnya dihubungkan kembali dengan kemunculannya di Chile sebelum gempa pada 2010 silam. Terlepas dari mitos, memang benar jika bencana datangnya dari Tuhan.

Sedangkan jika dikaitkan dengan sains, sebenarnya cukup masuk akal karena memang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa spesies tersebut tinggal di lautan dalam bahkan habitatnya di lempengan samudera. Oleh sebab itu wajar saja mereka akan naik ketika ada yang salah, sehingga masuk akal mengingat mitos tersebut.

4. Kemunculannya di Permukaan Membuat Nelayan Putar Balik

Source : nationalgeographics.grid.id
Source : nationalgeographics.grid.id

Munculnya mitos tentang oarfish ini berasal dari Jepang dan benar saja karena jika nelayan yang sedang akan berlayar melihatnya di permukaan, mereka putar balik. Para nelayan tersebut akan memutuskan untuk tidak mencari ikan selama beberapa saat terlebih dahulu.

5. Dikenal Sebagai Messengers of the Sea God

Source : kompas.com
Source : kompas.com

Banyak sekali julukan untuk oarfish dan salah satunya adalah Messengers of the Sea God karena muncul saat akan terjadi bencana. Namun tidak semua kemunculannya terbukti mengakibatkan gempa dan tsunami, tetapi masyarakat sudah bersiap antisipasi jika mereka berenang ke permukaan.

6. Hidup di Kedalaman Laut 100-1.000 meter

Source : digstraksi.com
Source : digstraksi.com

Diperkirakan oarfish hidup di kedalaman laut 100-1.000 meter sehingga memang benar habitat aslinya di lautan dalam. Wajar jika mereka akan naik ke permukaan ketika merasakan kejanggalan terlebih di lempengan samudera.

Terlepas benar atau tidaknya, yang jelas oarfish termasuk penghuni dasar laut. Masuk akal jika mereka yang jarang ke permukaan tiba-tiba menampakkan dirinya akan dikaitkan dengan hal-hal termasuk pertanda akan terjadinya bencana gempa dan tsunami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik