Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Peristiwa di Lautan lebih Membuat Trauma daripada Darat, Mengapa Begitu? Begini Alasannya

Bukan hanya Titanic tapi masih banyak lagi peristiwa di lautan yang terkadang membuat beberapa orang trauma akhirnya selalu menarik dirinya mencoba transportasi laut. Dari kejadian itu timbul pertanyaan mengapa peristiwa-peristiwa lautan tersebut membuat masyarakat takut daripada di darat?

Alasan Peristiwa Lautan Lebih Traumatis daripada di Daratan

Pada kenyataannya sebenarnya peristiwa tidak menyenangkan itu lebih sering terjadi di darat namun beberapa masyarakat menganggap lautan lebih traumatis untuk diulang. Sama-sama mengerikan dan tidak diinginkan tetapi terlihat menakutkan lautan, berikut beberapa alasan terlogisnya.

1. Lautan Lebih Luas dan Terlihat Sangat Dalam

Source : cosmopolitan.com

Berada di tengah lautan memang terasa sangat mengerikan, karena kalian semua tahu bahwa lautan itu luas dengan bagian wilayah semuanya berupa air berkedalaman tidak pasti. Hal tersebut yang akhirnya membuat peristiwa atau kecelakaan di laut terlihat sangat mengerikan serta mengakibatkan traumatis.

Dengan adanya peristiwa Titanic hingga berbagai film penggambaran makhluk ganas penghuni dasar lautan, lebih membuat beberapa orang traumatis terhadap lautan lepas. Berada di tengahnya pun terasa sangat menyeramkan padahal sebenarnya keadaan sedang aman-amannya disana.

2. Tidak Semua Orang bisa Berenang di Lautan

Source : mirror.co.uk

Alasan klise yang mungkin memang menjadi sebagian besar jawaban mengapa peristiwa di lautan lebih traumatis daripada di darat. Mungkin di darat mereka tidak membutuhkan berenang dan masih banyak warga sekitar untuk dimintai pertolongan, berbeda dengan di tengah lautan. Hanya ada air.

Tentu saja hal pertama yang akan terpikir dari sebuah air adalah berenang, tidak bisa berenang di tengah lautan lepas sama saja bunuh diri. Meskipun pada akhirnya semua penumpang mengalaminya tetapi mereka akan memikirkan dirinya sendiri untuk bertahan hidup. Pemikiran tersebut akhirnya membuat traumatis.

3. Bertahan di Tengah Lautan Lepas Lebih Meresahkan

Source : media.npr.org

Seperti sudah dibahas sebelumnya bahwa bertahan di tengah laut lepas itu lebih meresahkan karena dapat menimbulkan halusinasi berlebihan terhadap korbannya. Melansir dari Adrift yang diangkat dari kejadian kisah nyata, bagaimana seorang wanita bertahan sendiri di tengah laut.

Kapalnya hancur karena serangan badai dan ombak yang akhirnya menewaskan suaminya, hanyut entah dimana. Wanita tersebut akhirnya hanya mengandalkan aliran air membawa kapalnya. Di tengah bertahan hidup dia masih merasa bahwa suaminya ada, pada kenyataannya semua hanya halusinasi.

4. Tidak Akan Menemukan Kehidupan Lain disana

Source : hai.grid.id

Semua film yang mengisahkan bertahan hidup di tengah lautan pasti hanya mengandalkan kapal pesiar lain lewat atau kembang api berwarna merah untuk sinyal permintaan tolong. Selain itu, kalian tidak akan bisa meminta bantuan pada orang lain di sana, karena semuanya hanya air lautan dalam.

Disinilah mengapa beberapa film tersebut membuat traumatis pada penontonnya terhadap lautan lepas. Selain memang terlihat sangat menegangkan, sebagian filmnya diangkat dari kisah nyata sehingga kejadian tersebut memang dialami oleh narasumber. Semakin menambah kejadian laut mengerikan.

5. Lautan itu Diam tapi Terkadang Mematikan

Source : mysurf.net

Lautan memang terkadang terlihat tenang airnya, namun semakin kalian menelusurinya lebih jauh kekurangannya akan menonjol pada akhirnya. Termasuk sebenarnya laut itu mematikan kapan saja dia ingin, dari badan hingga tsunami semua bencana yang diakibatkan oleh diamnya lautan tapi menghanyutkan.

Disitulah mengapa terkadang peristiwa-peristiwa tersebut, membuat traumatis beberapa masyarakat. Kebanyakan kejadian di lautan memang terjadi nyata dialami oleh sebagian manusia kurang beruntung, sehingga untuk menghindarinya banyak dari mereka memilih menghindarinya.

6. Bayangan akan Hewan Tak Terduga yang Asing

Source : metro.co.uk

Beberapa berita telah memberikan informasi tentang penghuni lautan dalam, termasuk fosil hiu Megalodon. Walaupun merupakan salah satu hewan bawah laut purba namun keberadaannya masih mempunyai kemungkinan meskipun sangat rendah. Bayangan seperti ini lah yang akhirnya membuat traumatis.

Pemikiran jelek namun jika terjadi siapa yang akan menjamin keselamatan Kita di tengah laut, mengingat disana tidak ada penghuni lain. Untuk itulah mengapa alasan ini juga masuk ke dalam peristiwa lautan lebih traumatis daripada di darat.

Lautan memang diam disaat dia menginginkannya, namun akan tampak bahaya ketika alam memang sudah ingin meluapkannya kapan saja. Berada di tengah laut menjadi hal yang tidak diinginkan oleh setiap orang, karena terpencil dan minim pertolongan dari lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik