Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Keterbatasan Rute dan Frekuensi Tol Laut Masih Sangat Dikhawatirkan Kementerian Kelautan dan Perikanan

Melansir dari suara.com, KKP baru-baru ini menyebutkan bahwa rute dan frekuensi tol laut masih terbatas. Hal tersebut pada akhirnya menjadi kendala proses distribusi serta alat-alat transportasi hasil perikanan khususnya yang berada pada daerah-daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan (3TP). Masalah ini otomatis masuk ke dalam permasalahan di pesisir.

Poin-poin Terkait Keterbatasan Rute dan Frekuensi Tol Laut yang Masih Dikhawatirkan

Masih melansir dari suara.com, Direktur Logistik Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Berny A. Subki bahwa permasalahan tersebut terjadi terutama di lokasi SKPT. Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu, juga pengumpulan hasil perikanan lainnya di 3TP tersebut. Berikut beberapa poin terkait masalah transportasi ini.

1. Infrastruktur Sarana dan Prasarana Menjadi Kendala Lain

Source : radioidola.com
Source : radioidola.com

Mengutip dari suara.com, Berny memberikan pernyataan lain bahwa infrastruktur sarana dan prasarana menjadi permasalahan lain yang berkaitan dengan proses distribusi perikanan. Direktur PDSPKP KKP tersebut menyatakan, keterbatasannya berkaitan pada ketersediaan rangkaian dingin seperti gudang penyimpanan beku dan air blast freezer.

Mengingat hasil perikanan di Indonesia sangat melimpah, sehingga sarana dan prasarana terkait tersebut harus dipikirkan lagi. Selain kedua hal diatas, container berpendingin (reefer container) untuk komoditas perikanan juga masih sangat terbatas serta menjadi salah satu yang harus disediakan di pelabuhan namun belum terealisasi.

2. Tantangan Permasalahan Terkait Muatan pada Program Tol Laut

Source : jawapos.com
Source : jawapos.com

Masih melansur dari suara.com, mengutip pernyataan Berny bahwa keseimbangan antara lokasi pelabuhan perikanan dengan niaga ternyata masih menjadi persoalan pelik. Hal tersebut berkaitan pada proses kelanjutan dari hasil-hasil muatan perikanan tertentu dan minimnya sosialisasi terkait program tol laut kepada para pelaku usaha perikanan.

Hal tersebut masih perlu dibenahi bahkan jika perlu diperbarui sehingga menghasilkan jawaban untuk tantangan masalah tersebut lebih baik kedepannya. Pada dasarnya di awal pembentukan tol laut diutamakan untuk wilayah 3TP dan optimalisasi program tersebut harus lebih diperhatikan agar mewujudkan tujuan utamanya.

3. Perlu Digencarkan Lebih Luas Lagi Sosialisasi kepada Pelaku Usaha Perikanan

Source : finance.detik.com
Source : finance.detik.com

Melihat lagi dari penjelasan di poin sebelumnya, sosialisasi untuk para pelaku usaha perikanan terkait program-program tol laut harus lebih sering digencarkan. Menurut Berny, rencana tersebut harus dibarengi dengan pembentukan kawasan logistik hasil perikanan guna membagi muatannya berdasarkan jenis dan tujuan distribusinya.

Dengan begitu, program tol laut dan para pengusaha bisa bersinergi dalam proses pendistribusian ke wilayah khususnya 3TP. Melalui wacana tersebut kemungkinan semakin sempurnanya kegiatan di sektor tersebut bisa terwujud secara perlahan namun pasti. Selain itu sarana dan prasarana juga ikut diperbaiki melihat peningkatan baik tersebut.

4. Mengoptimalisasikan Perencanaan Program Tol Laut di Wilayah 3TP

Source : ekonomi.bisnis.com
Source : ekonomi.bisnis.com

Untuk melakukan sosialisasi juga harus dibarengi dengan optimalisasi perencanaan program tol laut di wilayah 3TP melalui dukungan armada pengangkut. Hal tersebut tentunya sangat berkaitan mengingat permasalahan utamanya justru terletak pada sarana dan prasarana sedangkan armadanya masuk ke dalam kategorinya.

Menurut Berny, dilansir dari suara.com menyediakan dan menambahkan trayek juga jadwal kapal-kapal yang berada di lokasi SKPT. Salah satunya adalah kapal yang dilengkapi dengan plugging reefer container sehingga proses pendistribusian perikanan semakin berjalan sesuai harapan, mengingat hasil-hasilnya merupakan SDA utama sektor kelautan.

5. Adanya Isu Logistik Nasional yang Bisa Mengguncang Proses Pendistribusian

Source : cnbcindonesia.com
Source : cnbcindonesia.com

Masih melansir dari suara.com, Tim Ahli Pustral UGM Kuncoro Harto Widodo menilai bahwa salah satu isu logistik nasional tersebut adalah belum seimbangnya antara permintaan dan penawaran barang. Tentunya kondisi itu akan menjadi batu sandungan untuk proses melakukan program-program terkait tol laut untuk kegiatan di sektor kelautan.

Selain itu, meskipun sudah berkembang di daerah 3TP, sayangnya perdagangan barang wilayah Barat-Timur Indonesia dan antardaerah dinilai masih kurang seimbang. Hal ini tentu saja menjadi salah satu kendala lainnya, bahkan beliau menambahkan kinerja infrastruktur pendukung aktivitas logistik belum efektif. Permasalah tersebut harus segera ditindaklanjuti.

Melihat poin-poin di atas bisa disimpulkan bahwa keberadaan tol laut yang dikenal sangat mempermudah kegiatan terkait di sektor kelautan masih menjadi masalah pelik. Penjelasan di atas lebih pada menjelaskan apa saja masalah atau kendalanya, namun semua akan kembali pada pemerintah untuk menanganinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik