Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Jenis Udang yang Banyak Dikonsumsi Oleh Masyarakat

Udang merupakan salah satu hasil laut yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat karena memiliki kandungan vitamin dan mineral untuk menunjang tercukupinya kebutuhan tubuh. cara pengolahannya sendiri sangat beragam mulai dari masakan pedas, masi, dan berupa keripik.

Jenis Udang yang Banyak Dikonsumsi oleh Masyarakat

Indonesia merupakan salah satu negara dengan wilayah perairan yang begitu luas. Hasil lautnya cukup banyak termasuk udang. Tekstur dagingnya yang lembut serta cita rasa khasnya menjadikan bahan makanan tersebut difavoritkan banyak kalangan. Berikut beberapa jenisnya:

1. Udang Galah

source; mstar.com.my

Jenis udang saat ini sudah banyak dimanfaatkan menjadi berbagai olahan. Udang galah sendiri merupakan salah satu makhluk hidup yang tinggal di air tawar. Dari segi ciri-cirinya sedikit berbeda dari lainnya karena bagian luarnya sedikit kebiruan pada beberapa sisinya serta seperti memiliki duri.

Cara pengolahannya sebagian besar adalah dengan memanggangnya untuk memudahkan ketika mengkonsumsinya karena pada bagian cangkangnya lumayan keras. Sedangkan untuk kepalanya cukup besar. Tidak jarang juga dikreasikan menjadi olahan bumbu balado pedas manis.

2. Udang Peci

source: masakapaharini.com

Sebagian besar dari udang satu ini berwarna putih dengan variasi bintik hitam. Sebagian besar masyarakat mengolahnya menggunakan cara menggoreng maupun dibuat olahan bumbu pedas manis. Kulitnya yang tipis sangat tidak disarankan diolah dengan membakar karena lebih mudah gosong.

Jenis satu ini termasuk dari varian udang jerbung yang memiliki tekstur lembut serta kenyal. Keunggulannya adalah Anda tidak terlalu sulit saat memisahkan daging dengan kulitnya karena cukup tipis. Anda juga bisa menyajikannya sebagai keripik atau rempeyek untuk camilan.

3. Udang Pancet

source: resepkoki.id

Jenis satu ini lebih dikenal oleh masyarakat dengan sebutan udang windu yang memiliki warna gelap pada bagian cangkang. Ukurannya cenderung kecil dan bisa digunakan sebagai camilan. Cara pengolahannya yakni sebelumnya dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran serta parasit jika ada.

Selanjutnya siapkan tepung basah dan kering yang digunakan untuk bahan pencelup. Tambahkan bumbu berupa penyedap, garam, dan lada bubuk. Campurkan semua sampai merata pastikan untuk mendapatkan rasa nikmat tanpa meninggalkan kekhasannya yakni manis dan gurih pada bagian dagingnya.

4. Udang Dogol

source: seputarbahan.me

Warna pada udang ini sangat cantik yakni pink pada beberapa bagian yang dipadukan efek kekuningan. Cara memasaknya yakni dengan digoreng atau untuk campuran masakan karena ukurannya tidak terlalu besar. Proses memasaknya juga tidak terlalu lama untuk membuat nutrisinya maksimal.

Bagi yang memiliki alergi udang tentu tidak disarankan untuk mengkonsumsinya baik dalam jumlah besar maupun kecil. Umumnya  efek yang ditimbulkan adalah gatal disertai bintik merah yang tersebar di seluruh tubuh. bahkan bisa menjalar pada bagian wajah dan bisa sembuh dengan mengkonsumsi obat penawarnya.

5. Udang Kipas

source: antaranews.com

Sesuai namanya, udang ini berbentuk layaknya kipas yakni pada bagian kepalanya berbentuk melebar layaknya kipas. Bagian cangkangnya cukup keras, untuk itu memerlukan alat khusus ketika memecahkannya. Sebaiknya hai-hati untuk meminimalisir tertusuknya tangan dengan serpihannya.

Biasanya bahan ini diolah dengan cara digoreng maupun menjadi udang asam manis. Secara tampilan memang mirip lobster, namun jika dibandingkan berdasarkan ukuran keduanya sangat berbeda. sedangkan tingkat kekerasan cangkangnya sama yakni keras dan tebal.

6. Udang Rebon

source: bacaterus.com

Nama udang rebon tentu sudah tidak asing lagi karena digunakan untuk bahan baku dari terasi yang biasa menjadi campuran sambal dan masakan lainnya. Bentuknya kecil sehingga jika dimakan satu persatu cukup menyulitkan. Oleh karenanya tidak jarang warga juga mengolahnya menjadi keripik renyah.

Proses pembuatannya tidak terlalu sulit namun harus tetap memperhatikan tingkat ketebalannya agar tidak terlalu keras saat dimakan. Jenis udang rebon sangat cocok sebagai campuran bahan makanan misalnya seperti sup, sayur santan, dan lainnya. Anda bisa menemui di pasaran dengan bentuk kering.

Demikian penjelasan mengenai berbagai jenis udang yang banyak digunakan saat ini dan tersebar di masyarakat secara umum. meski di dalamnya terdapat banyak kandungan baik namun pastikan tidak mengkonsumsinya secara berlebihan. Tujuannya agar tidak sampai memberikan efek negatif bagi tubuh.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik