Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Daftar Nama Ular Laut yang Indah namun Berbahaya

Menurut beberapa sumber terpercaya, beberapa jenis ular laut dikatakan memiliki bisa lebih tinggi jika dibandingkan yang habitat hidupnya di darat. Oleh sebab itu penting untuk mengetahui jenis serta ciri-cirinya untuk meminimalisir efek dan dapat melakukan pertolongan pertama jika tergigit.

Daftar Nama Ular Laut yang Indah namun Berbahaya

Baik di Indonesia maupun dunia, terdapat banyak spesies ular laut dengan berbagai macam bentuk dan corak. Mengenai tingkat bahaya atau tidak biasanya tergantung dengan jenis. sebaiknya pengetahuan seperti ini diketahui untuk Anda yang sering melakukan penyelaman. Berikut beberapa daftar namanya:

1. Yellow Sea Snake

source: amazonaws.com

Sesuai namanya, ular laut ini berwarna kuning dengan kombinasi hitam yang tersebar pada semua tubuhnya. Jika menemukannya di habitatnya, sebaiknya segera hindari sebelum mereka merasa terganggu dan tidak menutup kemungkinan akan menggigit. Bisa yang dihasilkannya termasuk paling berbisa.

Warna kuningnya akan membuat yellow sea snake bisa terlihat jelas, sedangkan untuk ciri utamanya terletak pada cincin hitam yang melingkar di sepanjang tubuhnya dengan jumlah sekitar 30 buah. Perlu Anda ketahui bahwa spesies tersebut masuk ke dalam keluarga Elapidae yang banyak ditemukan di sekitar laut Sulawesi.

2. Ornate Reef Snake (Hydrophis ornatus)

source: shutterstock.com

Bagi para penyelam, sebaiknya waspada ketika melakuan kegiatan diving atau snorkling di sekitar Samudera Hindia karena terdapat spesie ular yang terkenal dengan bisa mematikannya. Salah satunya adalah Ornate Reef Snake dengan nama latin Hydrophis ornatus.

Kewaspadaan sangat dibutuhkan, karena warna tubuhnya sendiri mirip dengan pasir di dasar laut yakni keabu-abuan dilengkapi totol-totol hitam sepanjang tubuhnya. Ciri khasnya terletak di tubuhnya karena memiliki dua bentuk. Pada bagian depan berbentuk silinder, sedangkan belakangnya lebih pipih layaknya ekor ikan.

3. Slender Sea Snake (Hydrophis gracilis)

source: amazonaws.com

Jenis satu ini sering ditemukan di perairan dalam mencapai 30 meter yang memiliki warna kecoklatan dengan paduan totol hitam. saat berburu, seringkali mereka akan bersembunyi di balik terumbu karang atau sekitar akar pohon bakau.

Umumnya habitat hidupnya di daerah berpasir dan berlumpur untuk menjaga kelembaban tumbuhnya. Ular laut sendiri adalah hewan amfibi yang tidak bisa terlalu lama terkena cahaya matahari atau mereka akan mati.

4. Black Banded Sea Krait (Laticauda semifasciata)

source: blackturtledive.com

Sebagian besar ular laut yang tersebar di perairan Indonesia memang identik dengan paduan cincin atau totol hitam. seperti halnya pada spesies Black Banded Sea Krait yang banyak tersebar di wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Bali. tingkat bahaya biasanya mencapai 10 kali lipat dari cobra.

Ular laut ini sering berada di daerah terumbu karang dengan ciri-ciri berkepala pendek, tidak memiliki leher, dan berkembang biak di wilayah gua. Umumnya mereka akan menyerang jika merasa terancam, oleh sebab itu ketika menemukannya apalagi sedang dalam masa kawin atau bertelur maka sebaiknya menghindarinya.

5. Blue Sea Krait (Laticauda laticaudata)

source: pinimg.com

Sebagian besar persebarannya terdapat di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan yang sering beraktivitas sekitar terumbu karang, hutan bakau, serta laut terbuka. Saat menemukannya Andal dihimbau untuk selalu berhati-hati apalagi jika tidak memiliki bekal untuk menangani bisanya.

Perlu diketahui, Blue Sea Krait sering terlihat baik pada malam atau siang hari yang umumnya berenang di perairan dangkal sekitar 0 – 15 meter. Cara perkembang biakannya yakni dengan bertelur yang diletakkan pada pesisir pantai tepatnya di celah bebatuan atau lubang bawah pohon agar terlindungi.

6. Banded Sea Krait (Laticauda colubrina)

source: pinimg.com

Dari penampilan luarnya, memang Banded Sea Krait cukup indah karena kulitnya akan terkesan bersinar ketika terkena cahaya matahari. Sebagian besar bisa Anda temukan di perairan Kalimantan, Bali, dan Jawa. Umumnya jenis ini sering memakan ikan kecil, beberapa jenis crustacea, dan belut moray.

Meskipun sangat berbisa namun di Tanah Lot, Bali tepatnya pada gua telah menjadikan Banded Sea Krait sebagai salah satu objek wisata. Tingkat keamanan sekitar lokasi sudah dijaga dengan baik hanya saja patikan untuk mematuhi peraturan yang diterapkan. Menurut kepercayaan masyarakat ular tersebut dianggap suci.

Demikian penjelasan mengenai ular laut berbahaya yang perlu Anda hindari. Saat menyelam di daerah rawan, ada baiknya meminta didampingi oleh ahlinya agar bisa diarahkan untuk menjauhi tempat-tempat berbahaya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik