Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Upaya KKP dalam Memperketat Pengendalian Perdagangan Hiu dan Pari, Apa Saja Upayanya?

Melansir dari kompas.com, ternyata hiu dan pari adalah komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang saat ini mulai terancam keberadaannya sehingga dijadikan sebagai perhatian global. Seperti diketahui sirip hiu sejak dulu seringkali diburu dan hal tersebut membuat populasinya terancam punah, oleh sebab itulah KKP berupaya untuk memperketat pengendalian perdagangan keduanya.

Beberapa Poin Terkait Upaya KKP Memperketat Pengendalian Perdagangan Hiu dan Pari

Nilai ekonominya dikenal tinggi sehingga memancing beberapa oknum tidak bertanggung jawab mengambilnya secara tak terkendali. Pada akhirnya membuat keberadaan hiu dan pari hampir punah, hal tersebutlah membuat pemerintah bergerak mengatasinya dengan upaya-upaya guna memperketat pengendalian perdagangan komoditas perikanan tersebut. Berikut beberapa poin terkait upaya KKP.

1. Meningkatkan Keterampilan SDM Berkaitan dengan Keamanan Sektor Laut

Source : republika.co.id
Source : republika.co.id

Upaya KKP pertama dalam memperketat pengendalian perdagangan hiu dan pari adalah dengan membekali aparat keamanannya kemampuan mengidentifikasi jenis-jenis pari, seperti kekeh, kikir serta karkas hiu dan pari. Melansir dari kompas.com pembekalan tersebut dilakukan di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta Utara (PPSNJZ).

Lalu bagaimana cara memberikan pembekalan tersebut? Tentunya dengan sebuah pelatihan, dimana nantinya mereka para aparat akan diajak ke tempat-tempat dimana hiu dan pari yang bisa diperdagangkan diolah. Sama seperti biota lainnya, hiu serta pari mempunyai jenis sendiri untuk diperdagangkan atau dilindungi, nilai itulah yang berusaha ditanamkan pada aparat-aparatnya.

2. Mengadakan Pelatihan Bagi SDM Menyangkut Kedua Biota Tersebut

Source : mediaindonesia.com
Source : mediaindonesia.com

Sudah sedikit disinggung di atas, bahwa upaya kedua mengadakan pelatihan bagi SDM yang merupakan aparat keamanan sektor kelautan dan perikanan agar bisa membedakan jenis-jenis hiu dan pari. KKP berharap dengan mengetahui jenis-jenisnya tersebut, mereka bisa lebih memperketat lagi lingkup pengendalian perlindungannya pada dua biota laut tersebut.

Dengan mengetahui jenis-jenisnya melalui pelatihan yang diberikan oleh KKP, nantinya mereka akan bisa lebih teliti dan tegas pada pelaku pelanggaran perdagangan dimana membedakan antara jenis bisa diperdagangkan dan tidak. Tentunya KKP akan menindak tegas pelaku perdagangan hiu dan pari langka sebagai efek jera pelakunya, alatnya melalui aparat-aparat keamanan tersebut.

3. Memberikan Pemahaman tentang Peraturan Perundang-undangan

Source : mediaindonesia.com
Source : mediaindonesia.com

Meskipun aparat sudah mengetahui peraturan perundang-undangan, tetapi pelatihan tersebut selain memberikan pemahaman terkait cara mengidentifikasi jenis-jenis hiu dan pari, mereka juga akan diajarkan peraturan pemerintah. Sistem perundangan memang terkadang dalam waktu tertentu akan mengalami perubahan, oleh sebab itulah SDM juga harus mengetahuinya.

Dengan mengerti tentang peraturan perundang-undangan yang ada nantinya mereka bisa dengan cepat, menindaklanjuti secara tegas jika memang terjadi pelanggaran. Baik dalam hal perdagangan hiu dan pari langka, juga pelanggaran lainnya. Seperti sudah dibahasa sebelumnya, bahwa di kawasan lautan Indonesia masih banyak sekali pelanggaran terjadi.

4. Melakukan Sosialisasi Lapangan pada SDM agar Lebih Mendalam Pemahamannya

Source : kompas.com
Source : kompas.com

Sosialisasi lapangan pada SDM ini, dikutip dari kompas.com akan mengajak peserta pelatihannya untuk mengunjungi pabrik PT. Mitranian Anugrah Samudraindo (MAS) di Muara Angke. Hal tersebut dilakukan guna memperlihatkan langsung produk-produk hiu dan pari yang bisa diperdagangkan sehingga kemampuan di lapangannya meningkat.

Dengan mengetahuinya secara langsung, tentunya lebih jelas dalam memberikan penjelasan pelatihan tersebut yang salah satu materinya memang memberikan cara mengidentifikasikan jenis hiu dan pari. Hal tersebut dilakukan guna memperluas pengetahuan SDM terkait agar bisa membedakan jenis-jenis kedua biota tersebut secara profesional.

5. Perlindungan Ikan Hiu dan Pari sudah masuk ke dalam Permen KP

Source : mediaindonesia.com
Source : mediaindonesia.com

Mengutip dari kompas.com, upaya selanjutnya adalah dimana KKP menerbitkan sejumlah aturan dan secara resmi memasukkannya ke dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP). Masuk ke dalam Permen KP Nomor 61 Tahun 2019 dan Nomor 44 Tahun 2019 tentang Pemanfaatan Jenis Ikan yang Dilindungi dan/atau Masuk dalam Appendiks CITES.

Selain itu ada lagi Permen KP Nomor 10 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Kelautan dan Perikanan. Diharapkan melalui pelatihan SDM bisa mengetahui juga peraturan perlindungan tersebut.

6. Bertujuan untuk Memanfaatkan Hasil Laut secara baik pada Generasi Mendatang

Source : monevonline.com
Source : monevonline.com

Dengan memberikan upaya tersebut KKP bertujuan memanfaatkan hasil laut secara baik pada generasi mendatang. Oleh sebab itu bagaimana caranya pemerintah berusaha dalam membekali setiap SDM dengan ilmu termasuk mengetahui tentang perlindungan biota seperti hiu dan pari.

Melihat penjelasan di atas tersebut, sudah bisa disimpulkan bahwa sebenarnya di lapangan kelautan masih banyak kekurangan dalam mengetahui mana saja biota laut yang harus dilindungi. Pelaku perdagangan hanya mementingkan nilai ekonomi tingginya saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik