Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Wisata Seafood yang Sedang Viral di Sosial Media, Ada Apa Saja di Muara Angke?

Akhir-akhir ini banyak sekali konten yang meliput bagaimana berbelanja di pelabuhan perikanan Muara Angke. Banyaknya berbagai macam ikan membuat creator kalap membelinya. Tidak hanya itu saja karena ketika Anda memutuskan untuk berwisata kuliner seafood di sana tidak perlu menyiapkan kocek terlalu dalam. Hanya dengan 300-500 ribu rupiah sudah bisa makan sekitar 3-5 orang worth itu bukan?

Beberapa Hal yang Harus diketahui tentang Wisata Kuliner Seafood di Muara Angke

Jadi beberapa orang yang sudah mendatangi pelabuhan perikanan Muara Angke biasanya langsung minta dimasakin di tempat. Tetapi tidak menutup kemungkinan sebagian hanya membelinya lalu memilih memasaknya sendiri. Namun jika tujuannya wisata kuliner seafood tentu saja kenikmatan serta keseruannya terletak menikmatinya langsung disana. Berikut beberapa hal harus diketahui tentang wisata kuliner seafood di Muara Angke.

1. Memiliki Ciri Khas Pasar Tradisional yang Becek dan Bau Amis

Source : travel.kompas.com
Source : travel.kompas.com

Namanya saja pelabuhan perikanan, tentu saja menjadi tempat pertama ikan-ikan hasil tangkapan nelayan. Di dalam Muara Angke sendiri tidak hanya ada pelabuhan tetapi juga pasar menyediakan berbagai macam ikan dijual lebih murah daripada di pasaran biasanya. Nah jika Anda sudah sering melihat konten di sosmed tentunya tahu bahwa kondisinya becek juga bau amis.

Justru disitulah seni dari tempat pelelangan ikan tersebut. Beberapa waktu lalu Zona Bahari juga pernah membahasnya juga, bagaimana sebaiknya ketika berada di tempat pelelangan ikan tersebut. Salah satunya memakai sandal jepit saja, alasan karena becek serta bau amis akan selalu tercium disana mengingat banyaknya jenis ikan disana.

2. Harga Seafood yang Sangat Murah jika Dibanding Lainnya

Source : telusuri.id
Source : telusuri.id

Seperti sudah disinggung pada poin di atas bahwa harga seafood di tempat pelelangan tersebut cenderung lebih murah daripada tempat lainnya atau pasar tradisional. Hal tersebut dikarenakan memang sebagai distributor atau dikumpulkannya berbagai jenis ikan-ikan hasil tangkapan sehingga lebih fresh serta harganya belum sampai di pedagang.

Di pelabuhan pelelangan Muara Angke tersebut harga 1 kg ikan barona hanya Rp. 60.000,- sedangkan untuk kakap putih dengan berat 1,2 kg Anda bisa mendapatkan harganya Rp. 65.000,-. Coba bandingkan ketika membelinya di pasar tradisional. Untuk udang juga banyak jenis serta ukurannya, tentu saja harganya cukup miring.

3. Membeli Seafood di Dalam dengan Kondisi Cukup Crowded

Source : pingpoint.co.id
Source : pingpoint.co.id

Jadi di Muara Angke ini pengunjung akan menemukan banyak pedagang ikan yang hanya menjual khusus bahan makan seafood saja. Jadi jika kalian mencari daging sapi dan ayam tidak akan menemukannya. Pedagang tersebut ada di dua tempat, di luar dan dalam. Kebanyakan creator membuat kontennya belanja di pasar dalam.

Banyak yang menceritakan bagaimana kondisi crowded alias sangat sibuk, ramai lalu lalang pedagang membawa hasil tangkapan. Namun kondisi tersebut membuat suasana wisata kuliner bahari disana cukup mempunyai nilai tersendiri. Oleh sebab itulah sebagian pembeli tidak berkomentar justru merasakan keseruan di Muara Angke.

4. Seafood yang Benar-benar Segar didagangkan dari Sore hingga Malam

Source : travel.detik.com
Source : travel.detik.com

Melansir dari romme.id, jika Anda ingin mendapatkan seafood yang segar di Muara Angke biasanya pasar dimulai sekitar pukul 17.00 hingga malam hari. Hal tersebut karena kapal-kapal nelayan biasanya baru akan datang dari menangkap ikan di sore dan malam hari. Disaat itulah ikan-ikan dalam keadaan segar baru dari laut langsung dijual.

Tidak jarang beberapa pembeli juga membeli untuk dijual lagi karena memang harganya lebih murah daripada di tempat lainnya. Pasar ikan atau biasanya dikenal sebagai Pelabuhan pelelangan ikan Muara Angke memang berbeda dengan pasar lainnya karena beroperasi di saat sore sampai malam, justru ketika mendatanginya di jam 9 pagi akan terlihat sepi.

5. Memasak Langsung Seafood yang Sudah Dibeli dengan Berbagai Pilihan Jenis

Source : baranewssumut.com
Source : baranewssumut.com

Seperti sudah dijelaskan bahwa nantinya pembeli yang sudah membeli seafood biasanya akan memakannya langsung. Berjarak beberapa meter dari pasar ikan, akan ada tempat seperti pujasera yang khusus menyediakan jasa memasakkan seafood hasil pembelian konsumen. Mereka menyediakan berbagai jenis masakan. Jika menggunakan metode ini Anda bisa merasakan daging ikan benar-benar segar.

6. Beramai-ramai Berwisata Kuliner Seafood Malam bersama Teman

Source : tvnyaburuh.com
Source : tvnyaburuh.com

Perlu diketahui bahwa sebaiknya jika ingin melakukan wisata makan seafood malam-malam ini memang lebih baik ramai-ramai. Hal tersebut karena jatuhnya lebih murah daripada sendirian. Biaya jasa masaknya dihitung per kilogram sehingga ketika dilakukan ramai-ramai lebih hemat.

Memakannya langsung atau di bawa pulang untuk dimasak sendiri semua kembali pada selera masing-masing. Biaya memasaknya memang cenderung mahal, namun worth it untuk banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik